
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Wagub Sandiaga Uno
JawaPos.com - Mengantisipasi terjadinya perdebatan pemasangan atribut pada perayaan natal, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan kebijakan khusus. Kebijakan itu terkait pemasangan ornamen di tempat umum, seperti kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, dan ruang publik lainnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemprov DKI Jakarta ingin mempersatukan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan perayaan yang dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan.
Dia tidak ingin lagi masyarakat terpecah belah karena isu-isu keagamaan. "Nah, mengenai dengan ornamen-ornamen natal tentunya dibuat dengan segala peraturan dan ketentuannya. Nanti kita lihat ke depan bagaimana ini juga bisa meningkatkan perekonomian," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/11).
Menurut pria yang biasa disapa Sandi itu, kehadiran festival-festival perekonmian ibu kota akan lebih baik diikuti pedagang kaki lima (PKL) dengan menjual ornamen natal. Dengan menjual itu ikut menunjang pendapatan mereka. "Ini bisa juga untuk menambah lapangan kerja,"
"Itu tadi arahan Pak Gubernur. Untuk disiapkan dan supaya jadi wadah agar warga justru hidup rukun dan bisa menggerakkan PKL dan bisa menggerakkan justru perekomian yang ada di kelas menengah ke bawah," ungkapnya.
Begitu juga nanti kepada masyarakat menengah ke atas agar bisa membeli ornamen natal itu kepada PKL. "Jadi bukan hanya ikut memeriahkan tapi juga menggerakkan perekonomian khususnya perekonomian akar rumput," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, menjelang perayaan Natal umat Nasrani, kerap kali muncul perdebatan mengenai larangan pemasangan ornamen-ornamen maupun atribut natal di pusat perbelanjaan, gedung-gedung, maupun tempat usaha hiburan lainnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
