
llustrasi film Coco
JawaPos.com - The Walt Disney Studios Indonesia merangkul para penggemar berbagai umur lewat film berjudul Coco. Film ini bercerita tentang pentingnya nilai keluarga, tradisi, dan kegigihan dalam menggapai mimpi. Disney menyatukan kekuatan musik dan tradisi keluarga, dengan menggandeng dan berkolaborasi bersama seniman lokal Indonesia.
Gitar menjadi salah satu bagian ikonik dari film ini. Disney Indonesia berkolaborasi dengan I Wayan Tuges, seorang pemahat gitar asal Bali. Dalam kolaborasi ini, I Wayan Tuges memahat gitar yang terinspirasi dari film Disney Pixar Coco sekaligus menanamkan nilai-nilai dan keterampilan seni lokal.
Seorang pengukir kayu generasi ketiga, Tuges mulai memahat sejak usia 5 tahun di bawah pengawasan sang ayah dan memulai untuk memahat gitar dari 12 tahun lalu.
“Melalui musik, saya menemukan cara baru untuk memperkenalkan seni pahat Indonesia ke masyarakat dunia. Menggunakan gitar sebagai medium, saya sangat senang dapat berkolaborasi untuk menunjukan kualitas seni pahat milik Indonesia dengan menghadirkan gitar pahat yang terinspirasi dari film Coco," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (27/11).
Di samping keahlian pahatnya, Tuges menumpahkan inspirasinya melalui desain motif Grageh Waluh yang melambangkan semangat di dalam hidup. Ada pula motif 'Mega Mendung' yang mempresentasikan tentang siklus hidup dengan garis bergelombang menunjukkan naik dan turun dalam pembelajaran kehidupan.
“Motif batik terkenal sebagai salah satu budaya bangsa kita yang berharga. Dua motif ini menyemarakkan nilai dari ‘Coco' tentang keteguhan dalam mencapai mimpi meskipun melalui kesulitan pembelajaran dalam hidup. Saya juga mengukir pola 'Coco' yang penuh warna dan menunjukan elemen penting tentang keluarga," jelas Tuges.
Coco adalah film animasi terbaru Pixar yang disutradarai oleh Lee Unkrich (Toy Story 3) dan rilis di bioskop-bioskop Indonesia pada tanggal 24 November 2017. Film ini akan menghadirkan sosok Miguel, seorang anak laki-laki yang bercita-cita sebagai pemusik dan bermimpi untuk mengikuti jejak idolanya.
Miguel kemudian menemukan dirinya secara ajaib terbawa ke Land of the Dead yang menakjubkan dan penuh warna, di mana dia bertemu dengan Hector sang penipu menawan. Kemudian Miguel memulai sebuah perjalanan untuk menemukan cerita di balik sejarah keluarganya.
"Kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga, di mana keluarga yang membentuk pribadi kita. Bersama Coco, kami ingin mendalami cerita mengenai ikatan keuarga yang menghubungkan kita dengan generasi sebelumnya, baik melalui cerita sejarah keluarga, mengikuti tradisi dan membuat kenangan kita sendiri dengan keluarga dan teman-teman," ujar Co-Director dan Screenwriter Adrian Molina. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022