
Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi
JawaPos.com - Sejumlah politisi senior Golkar menginginkan adanya perubahan pascakasus yang menjerat ketua umumnya, Setya Novanto. Terlebih, Novanto saat ini berstatus sebagai tahanan KPK. Salah satunya yang getol adalah Jusuf Kalla.
JK-sapaannya- meminta pengurus dan kader di daerah mendorong perubahan kepemimpinan partai di tingkat pusat. Itu tak lepas dari merosotnya elektabilitas Golkar.
"Beliau (Jusuf Kalla) berpesan agar perubahan harus dilakukan. Ini juga disepakati oleh para sesepuh Golkar yang lain seperti Pak
Agung Laksono dan Pak Abu Rizal Bakrie. Masa sih kami ada di peringkat empat atau lima, kita harus peringkat 2 lah,” jelas Dedi dalam diskusi bertajuk ‘Mencari Pemimpin Baru Golkar’ di Kantor Kosgoro 1957, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/11), dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Grup).
Pesan mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut menurut Dedi, disambut oleh para pengurus di daerah mulai dari DPD provinsi sampai kecamatan.
Mayoritas, kata dia, tidak menginginkan status quo dalam partai yang baru saja mengadakan rapat pleno penunjukan Sekretaris Jenderal, Idrus Marham sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum tersebut.
"Ya siapa sih yang tidak ingin partainya menjadi baik. Semua ingin perubahan tentunya, tinggal perubahan ini harus dituangkan melalui gerakan yang konstitusional sesuai dengan mekanisme partai," katanya.
Sebagaimana diketahui, mayoritas pimpinan Dewan Pengurus Daerah Partai Golkar tingkat Provinsi sudah menggelar pertemuan tertutup di rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Senin (19/11) malam.
Pertemuan digelar dalam rangka menyikapi kondisi Setya Novanto yang tidak bisa menjalankan tugas kepartaian karena ditahan oleh KPK.
Secara teknis menurut Dedi, tahapan menuju pembaharuan kepemimpinan partai ini harus dimulai pada awal Desember. Ini berkaitan dengan agenda politik yang mendesak pada awal Januari 2018 yakni dimulainya rangkaian Pilkada serentak.
"Idealnya awal Desember tahapan pembicaraan DPP dan DPD tingkat Provinsi harus sudah dimulai. Kalau menurut Pak Agung Laksono kan akhir Desember, saya kira terlalu sempit waktu kita untuk mengkonsolidasikan diri jelang Pilkada serentak yang dimulai awal Januari 2018," pungkas Dedi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
