
Pelatih PSIS Semarang, Subangkit, mengakui bahwa Persebaya lebih mendominasi permainan pada babak pertama.
JawaPos.com - Para pemain PSIS Semarang gagal menjalankan instruksi pelatih Subangkit untuk menekan pemain Persebaya Surabaya pada awal pertandingan. Akibatnya fatal. PSIS kecolongan oleh gol Irfan Jaya ketika pertandingan baru berlangsung 18 menit.
Gol semata wayang Irfan Jaya tersebut mengantarkan Persebaya meraih tiga poin penting pada laga pertama Grup Y babak delapan besar Liga 2. Peluang Persebaya untuk lolos ke semi final pun terbuka lepar. Sedangkan PSIS wajib menang dalam dua laga untuk meraih tiket ke empat besar.
"Ada instruksi pada babak awal kami harus pressure lawan yang pegang bola. Lawan pakai tiga pemain tengah, kami juga pakai tiga pemain. Tetapi saya lihat pemain Persebaya punya kecepatan. Kesulitan anak-anak (ada) di situ," ulas Subangkit selepas pertandingan.
Pelatih asal Pasuruan ini mengakui bahwa Persebaya lebih mendominasi permainan pada babak pertama. "Saya lihat pemain kami tidak ada pressure ketika ada lawan yang membawa bola. Mereka (Persebaya) juga berhasil mematikan dua wing saya," imbuh Subangkit.
Permainan PSIS sebenarnya sudah jauh lebih baik pada babak kedua. Bahkan mereka terus menekan Persebaya hingga akhir pertandingan. "Kami juga menguasai pemainan dan ada beberapa peluang yang harus gol. Tapi inilah sepak bola," tutup Subangkit.
Sementara itu kapten tim PSIS Haudi Abdillah mengakui bahwa timnya tidak bisa meredam permainan Persebaya hingga kebobolan pada menit ke-18. "Saya akui bahwa mundurnya jadwal ini berpengaruh ke ritme permainan kami. Tapi itu bukan alasan untuk kami," sebut Haudi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
