Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2017 | 23.16 WIB

Bahas Penataan Tanah Abang, Sandi Libatkan Preman

PKL di Tanah Abang Jakarta - Image

PKL di Tanah Abang Jakarta

JawaPos.com - Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menata kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat sebagai lokasi niaga untuk kelas pedagang kaki lima (PKL) dan menjadi area fasilitas publik yang nyaman. Penataan itu melibatkan pada pedagang kaki lima (PKL) hingga preman.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah beberapa kali mengadakan rapat terkait penataan kawasan Tanah Abang. Pembahasan itu melibatkan masyarakat, PKL, bahkan juga oknum yang disebut telah membekingi para pedagang.


"Ini konsep mereka (PKL) juga. Mereka semua masuk dalam diskusi ini. Termasuk, mohon maaf, preman-premannya," kata Sandi saat ditemui di Balai Kota, Kamis (2/11).


Dia melanjutkan, setelah melibatkan seluruh pihak dalam diskusi, maka terbentuk sebuah opini bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan mengulangi kegiatan yang sebelumnya dilakukan dalam hal menertibkan trotoar Tanah Abang.


Menurut Sandi, pendekatan-pendekatan yang selama ini dilakukan Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) sudah tidak efisien dalam menata Tanah Abang.


"Risiko yang harus kita ambil bukan main, aman bukan asal mengulangi lagi pendekatan sebelumnya yang represif. Satpol PP yang mengusir PKL, Dishub cabut pentil. Yang selama ini terbukti tidak efisien untuk hadirkan sebagai penataan yang berkelanjutan," jelasnya.


Mengenai buka tutup jalan yang dibeberkan Wakil Kepala Satpol PP Hidayatullah beberapa waktu lalu, Sandi belum mau menjelaskan secara teknis rincian giatnya. Namun, dia memastikan solusi jangka pendek tersebut efektif dan efisien lantaran kebijakan diambil setelah melalui diskusi panjang bersama PKL.


"Saya belum bisa kasih tau detailnya. Itu bocoran mungkin yang nanti kita harapkan bisa jadi diferensiasi daripada pendekatan kita. Karena kita juga melibatkan para pedagang kaki lima, untuk pertama kalinya diajak berbicara dalam mengambil kebijakan," tutur Sandi.


Sebelumnya, Wakil Kepala Satpol PP Hidayatullah mengatakan, PKL tetap bisa berjualan di lokasi, hanya saja pergerakan antara pedagang dan pejalan kaki akan lebih diatur demi menghindari kepadatan lalu lintas sekitaran Stasiun Tanah Abang dari Jalan Taman Jatibaru hingga ke Pasar Blok G.


"Dari saya (Satpol PP) pengamanan aja sih, di titik-titik rawan. Insha Allah pedagang itu nanti masih bisa berdagang (di trotoar), tapi diakomodir," ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (30/10).

Editor: Administrator
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore