Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Oktober 2017 | 00.42 WIB

Gosong, Puluhan Mayat Korban Ledakan Gudang Petasan Sulit Dikenali

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - Image

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono

JawaPos.com - Aparat terus melakukan penanganan terhadap ledakan dan kebakaran gudang petasan di Kompleks Pergudangan 99 di Jalan Raya Salembarang, Cengklong, Kosambi, Kota Tangerang, Banten. Akibat dari ledakan itu, puluhan korban meninggal dunia.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, mereka telah berusaha mendata korban. Namun kesusahan karena korban ditemukan dalam keadaan gosong.


“Dari hasil cek di dalam TKP (Tempat Kejadian Perkara) diperkirakan sebanyak 23 mayat luka bakar yang sulit dikenali," kata Argo ketika dikonfirmasi, Kamis (26/10).


Sementara itu, beberapa korban luka dalam kejadian tersebut telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Beberapa korban yang dibawa ke RS Mitra Husada karena mengalami luka bakar yakni M Agus (21), Ason (24), Suwandi (20), Wildan (22), Fahmi (20).


Untuk saat ini kata Argo, mereka telah mendapat siapa pemilik gudang itu. "Pemilik atas nama Indra Liyono," kata dia.


Gudang yang bernama PT Panca Buana Cahaya Sukses memang bergerak di bidang pembuatan kembang api kawat. Gudang itu diketahui belum lama beroperasi.


Sebanyak empat orang saksi telah diperiksa untuk mencari tahu penyebab kebakaran. Kebakaran itu sendiri berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB siang setelah diketahui menyala sekira pukul 08.30 WIB pagi. "Operasi sudah berjalan hampir dua bulan sebelumnya," ujarnya.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore