Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Oktober 2017 | 01.05 WIB

Delapan Besar Molor, Tim Liga 2 Mulai Cari Tambahan Dana

CARI DANA TAMBAHAN: Martapura FC dan tim lainnya harus memutar otak untuk menghadapi molornya jadwal delapan besar Liga 2. - Image

CARI DANA TAMBAHAN: Martapura FC dan tim lainnya harus memutar otak untuk menghadapi molornya jadwal delapan besar Liga 2.

JawaPos.com- Di tengah ketidakpastian jadwal dan format babak 8 besar Liga 2, klub-klub peserta dipaksa memutar otak. Selain harus terus menyiapkan tim, mereka dipusingkan dengan risiko membengkaknya biaya operasional.


PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan mengundang klub untuk menentukan nasib babak 8 besar pada 31 Oktober. Artinya, kickoff baru dilaksanakan minimal pekan pertama November. ’’Bagi kami, apa pun keputusan LIB harus dijalankan. Tapi, kalau merugikan, ya akan kami protes,’’ ujar Manajer Martapura FC Ami Said.


Menurut dia, penundaan jadwal babak delapan besar sangat merugikan klub. Terlebih, para penggawa Martapura sejatinya tengah dalam kondisi on fire. Skuad asuhan Frans Sinatra Huwae itu lolos ke babak 8 besar dengan status runner-up grup D. ’’Dengan situasi begini, jadi menurun lagi,’’ kata Ami.


Untuk mengisi kekosongan waktu, Martapura merencakan pertandingan uji coba. Lawan yang dipilih adalah Barito Putera, kontestan Liga 1 yang juga berasal dari Kalimantan Selatan. Pertandingan yang juga didedikasikan untuk mengenang almarhum kiper Persela Choirul Huda itu dihelat pekan depan.


Masalah pelik juga dihadapi Persis Solo. Menghadapi babak 8 besar, Laskar Sambernyawa –julukan Persis– kehilangan pelatih Widyantoro dan empat pemain karena sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mereka adalah Hendi Aprilianto, Agung Suprianto, Irkham Zahrul, dan Widya Wahyu.


Empat pemain tersebut dilarang tampil dalam satu pertandingan. Sementara itu, pelatih Widyantoro diskors 18 bulan. Semua hukuman tersebut berkaitan dengan insiden yang terjadi ketika Persis menghadapi Cilegon United pada babak 16 besar. Pelatih PSS Sleman Freddy Muli pun didatangkan dengan status pinjaman.


’’Saya baru gabung empat hari. Waktu yang ada ini kami gunakan untuk konsolidasi pemain agar bisa lebih maksimal,’’ kata Freddy. Program terdekat Freddy adalah melangsungkan uji coba. Lawan yang dipilih adalah tim lokal Solo dan sekitarnya. ’’Yang terpenting pemain tetap berada di atmosfer kompetisi,’’ jelasnya.


Selain mengganggu program tim, mundurnya babak 8 besar menjadi masalah bagi manajemen Persis. Mereka harus bersiap mengeluarkan biaya tambahan. Apalagi kalau format babak 8 besar nanti home and away. ’’Kami serius menghadapi babak 8 besar. Sambil jalan, kami juga terus usaha cari tambahan dana,’’ kata Pranoto, manajer Persis.


Sementara itu, PSPS Riau memanfaatkan masa penantian babak 8 besar dengan mematangkan tim. Asisten pelatih PSPS Marwal Iskandar mengatakan, persaingan di babak 8 besar sangat ketat. Peluang PSPS sama besarnya dengan tiga tim lain di grup Y. Yakni, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan Mojokerto Putra.


’’Kita tidak hanya bisa berkaca terhadap capaian tim di babak pendahuluan atau 16 besar. Sebab, semua tim pasti melakukan persiapan matang,’’ kata Marwal kepada Riau Pos (Jawa Pos Group) kemarin. ’’Namun, persiapan yang matang akan membantu tim mana pun untuk meraih kemenangan. Pemain harus bisa berlatih disiplin agar mampu meningkatkan kemampuan,’’ tambahnya.


Sembari menunggu kepastian babak 8 besar, skuad Askar Bertuah –julukan PSPS– tetap menjalankan program latihan rutin di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai. Tujuannya, menjaga kondisi pemain agar tetap fit.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore