
Sunarto mendedikasikan gol yang dicetaknya ke gawang Bali United untuk mendiang Choirul Huda
JawaPos.com - Kepergian Choirul Huda ke pangkuan-Nya masih menyisakan sedih yang mendalam. Para pelaku sepak bola Indonesia melakukan pelbagai cara sebagai wujud penghormatan bagi mendiang Huda.
Itu pula yang tersaji saat Persiba Balikpapan menang 3-2 atas Bali United, Senin (16/10). Penggawa Beruang Badu melakukan selebrasi khusus untuk memberi penghormatan terakhir kepada Huda, kiper Persela Lamongan yang meninggal usai berbenturan dengan rekannya sendiri, Ramon Rodrigues saat menghadapi Semen Padang, Minggu (15/10).
Adalah Sunarto dan Bijahil Chalwa yang mendedikasikan gol pertama dan terakhir Persiba dalam laga tersebut, untuk Huda. Keduanya menunjukkan baju Persela bertuliskan Huda, plus nomor punggung 1.
“Ini spontan kami lakukan. Sebelum pertandingan saya meminta kostum yang saya dapat tahun lalu dari pemain Persela lainnya. Saya minta tukang sablon ganti nama dan nomor punggungnya. Alhamdulillah selesai sebelum kick-off,” kata Bijahil Chalwa seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Bijahil mengaku kenal akrab dengan Huda. Karena sering main sepak bola antarkampung (tarkam) saat tidak memperkuat tim atau saat kompetisi libur. “Beliau sangat baik. Semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah. Dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Gol kemarin saya dedikasikan untuk almarhum Mas Huda,” sambung Bijahil.
Terpisah, manajer Persiba Bambang Suhendro berencana memberi masukan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI pada evaluasi Liga 1 2017 nanti. Salah satunya terkait penanganan medis pertama di lapangan dengan membekali pemain dan pelatih. Sebab, mereka yang paling dekat dengan pemain yang cedera.
“Selama ini saya belum pernah mendengar dan ikut membahas masalah pemberian pelatihan pemain dan pelatih mengenai kesehatan. Bisa jadi pas evaluasi kami usulkan,” kata Bambang.
Saat ini, lanjut Bambang, regulasi yang mengatur masalah tersebut juga belum ada. Sehingga tim tidak memiliki kewajiban untuk membekali para pemain dengan kemampuan di bidang medis. “Yang ada baru regulasi mengenai adanya dokter di bench. Jika tidak ada, tim bisa didenda Rp 20 juta. Baru itu,” sambungnya.
Saat pertandingan, panitia wajib menyediakan minimal dua mobil ambulans dan perangkat medis. Mulai dokter, perawat, hingga peralatan. “Dokter tim biasanya alat yang dimiliki tidak lengkap. Kalau ada yang parah, biasanya jadi tanggung jawab dokter pertandingan. Dalam manager meeting, biasanya juga dibahas rumah sakit rujukan. Pasti berusaha mencari terdekat,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
