
Ilustrasi
JawaPos.com - Maraknya investasi bodong di Indonesia sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Akibat tindakan ilegal itu banyak masyarakat yang mengalami kerugian besar.
Satgas Waspada Investasi menyebut, investasi bodong merupakan kejahatan dalam keuangan masyarakat. Pasalnya, masyarakat sampai harus merogoh kocek dalam-dalam hanya karena terbuai oleh investasi bodong itu.
"Investasi bodong ini suatu kejahatan keuangan masyarakat," tegas Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing saat diskusi publik Waspada Investasi di Jakarta, Sabtu (7/10).
Untuk itu, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya dalam terus mengedukasi masyarakat. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa semakin cerdas lagi dalam memilih investasi. "Kita edukasi bagaimana dampaknya, sehingga mengurangi penawaran investasi yang tidak legal yang semakin marak," tuturnya.
Lebih lanjut, dirinya menyebutkan ada hal yang membedakan antara investasi bodong dan investasi legal. Perbedaan itu terlihat dari sisi imbal hasil yang diperoleh.
Tongam menambahkan, sebenarnya sangat mudah membedakan antara investasi legal dengan investasi bodong, yaitu dari sisi imbal hasil. Biasanya, investasi bodong akan menawarkan imbal hasil yang menggiurkan. Sementara yang legal, mereka memberi imbal hasil sesuai dengan kondisi pasar.
"Contohnya imbal hasil, misalnya ada Pandawa dengan iming-iming 5 persen-10 persen, bahkan ada yang 30 persen per 7 hari," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
