Rabu, 13 Dec 2017
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Teknologi

PostgreSQL 10 Resmi Meluncur, Ini Fitur Baru yang Dihadirkan

| editor : 

Pemrograman

Ilustrasi (pixabay)

JawaPos.com - PostgreSQL 10 resmi diluncurkan. Versi terbaru software database open source ini sekaligus menandai perubahan skema penamaan menjadi format “x.y”. Artinya, peluncuran minor PostgreSQL berikutnya menjadi 10.1 dan peluncuran besar berikutnya adalah 11.

Salah seorang anggota inti PostgreSQL Global Development Group Magnus Hagander menerangkan, PostgreSQL 10 meliputi peningkatan signifikan untuk secara efektif menerapkan strategi “memecah dan menaklukkan” yang menjadi fitur penting untuk menangani workloads database modern. Strategi “memecah dan menaklukkan” tersebut merujuk pada kemampuan mendistribusikan data ke banyak simpul untuk mempercepat akses, manajemen, dan analisis data.

“Fokus komunitas pengembang kami adalah membangun fitur yang memanfaatkan konfigurasi infrastruktur modern untuk mendistribusikan workloads,” terangnya dalam keterangannya, Jumat (6/10).

PostgreSQL 10

PostgreSQL 10 (Istimewa)

Dia menjelaskan, jajaran fitur seperti paralelisme query dan replikasi logikal merepresentasikan kerja keras dan menunjukkan dedikasi berkesinambungan komunitas pengembang guna memastikan kepemimpinan Postgres seiring perkembangan kebutuhan teknologi.

PostgreSQL 10 memberikan dukungan yang lebih baik untuk paralelisasi query dengan memparalelkan lebih banyak bagian dari proses eksekusi query. "Peningkatan mencakup tambahan jenis pemindaian data yang diparalelkan serta dioptimalkan saat data digabungkan kembali, seperti pra-penyortiran. Peningkatan tersebut memungkinkan hasil query dapat dikembalikan lebih cepat," jelas Magnus.

Proses tersebut, lanjut dia, bisa dianalogikan seperti mengerjakan satu tugas bersama-sama dengan banyak orang. Dari sudut pandang individu, tugas tersebut terasa lebih mudah meskipun membutuhkan total waktu yang sama untuk menyelesaikannya. Jika setiap orang bisa menyelesaikan bagian tugasnya secara bersamaan, maka waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu tugas tersebut kian berkurang. Hasilnya adalah waktu penyelesaian tugas lebih cepat.

"Replikasi logikal memperluas fitur replikasi dari PostgreSQL saat ini dengan kemampuan untuk mengirim perubahan pada tingkat per-database dan per-tabel ke database PostgreSQL yang berbeda. Pengguna kini dapat menyempurnakan data yang direplikasi ke berbagai cluster database dan akan memiliki kemampuan untuk melakukan upgrade dengan zero-downtime ke versi PostgreSQL mendatang," katanya.

Equnix dan misi penyelamatan

PT. Equnix Business Solutions (Equnix) yang merupakan perusahaan solusi TI berbasis software Open Source menawarkan solusi untuk menyelamatkan korporasi. Implementasi PostgreSQL10 merupakan sebuah “misi penyelamatan” terhadap kebutuhan akan sistem yang mumpuni dan berperforma tinggi serta mampu menangani beban produksi masif.

"Equnix dengan semangat Open Source selalu berusaha mengemban misi tersebut untuk membantu perusahaan-perusahaan profesional, khususnya di dunia perbankan, finansial, dan industri," ujar CEO PT. Equnix Business Solutions Julyanto Sutandang.

Menurut dia, perusaahan-perusahaan tersebut pada dasarnya sudah menggunakan Relational Database Management System (RDBMS) dengan biaya berlangganan dan layanan dukungan yang cukup membebani. "Equnix hadir dengan semangat Open Source, mengusung PostgreSQL sebagai solusi untuk menyelamatkan korporasi,” ucapnya.

Julyanto menambahkan, PostgreSQL 10 menghadirkan gebrakan melalui jajaran fitur-fitur canggih terbarunya yang tidak hanya menawarkan performa tinggi tapi juga mampu bersaing dengan solusi software database berbayar.

Equnix selalu berusaha mengedepankan solusi yang efektif dan tepat. Implementor PostgreSQL sejak versi 8.4 dengan berbagai layanan yang diberikan seperti; instalasi, konfigurasi untuk performa tinggi, dan migrasi dari RDBMS lain ke PostgreSQL.

"Sebagai sebuah RDBMS yang sudah sangat matang, fitur-fitur PostgreSQL seperti Streaming Replication dan Logical Replication adalah senjata utama dalam menciptakan sebuah infrastruktur yang kuat untuk menjamin keutuhan data saat melayani beban transaksi yang tinggi," pungkasnya.

(fab/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP