Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 September 2017 | 21.11 WIB

Kasus Predator Anak, Sosiolog: Keluarga Gagal Jadi Pelindung

Predator Anak - Image

Predator Anak

JawaPos.com - Kasus bocah berinisial PS, siswa kelas 5 SD yang melahirkan bayi laki-laki di Pasaman, Sumatera Barat seolah menjadi tanda kian maraknya kekerasan seksual terhadap anak. Apalagi ada dugaan pelaku tak lain merupakan keluarga dekat korban.


Sosiolog dari Universitas Gajah Mada (UGM), Sunyoto Usman menilai kondisi tersebut akibat keluarga yang gagal sebagai pelindung anak. "Anak sekarang dalam posisi yang sangat lemah tanpa perlindungan. Keluarga gagal menjadi pelindung anak," kata Sunyoto saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (27/9).


Menurut Sunyoto, saat ini hubungan dalam keluarga tidak seintim dulu. Hubungan antara orang tua dan anak juga kurang intensif. Pun sekolah tidak dapat dijadikan andalan dalam melindungi anak-anak.


"Peran extended famili juga semakin lemah. Sekolah tidak bisa diandalkan sebagai pelindung anak karena hanya mengutamakan pembelajaran, UAS, NEM, dan sejenisnya," paparnya.


Selain itu, Sunyoto menyayangkan kurangnya peran tokoh masyarakat yang dianggap gagal sebagai panutan bagi anak-anak. Dia mencontohkan, ada baiknya para pejabat meniru Presiden Joko Widodo dalam melakukan pendekatan terhadap anak.


"Jokowi beri buku dan sepeda kepada anak, itu cermin kepedulian pada anak. Seharusnya pejabat lain segara mengikuti (tidak harus sepeda dan buku, bisa yang lain). Tunjukkan pejabat menjadi sosok pelindung anak," pungkasnya.


Saat ini, kasus bocah PS ditangani Polsek Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar. Meski telah mendapatkan pengakuan soal pelaku kekerasan seksual merupakan orang terdekatnya, namun upaya penangkapan terhadap pelaku tidak bisa serta merta dilakukan.


Jajaran Polsek Panti, Kabupaten Pasaman akan melakukan tes DNA terhadap laki-laki yang disebut-disebut sebagai ayah biologis dari bayi Zaid Utsman Yasin. Sementara bayi Zaid diserahkan Dinas Sosial Pasaman, Sumbar kepada orang tua asuh untuk diadopsi. Namun proses adopsi ini masih dalam tahap pemantauan beberapa bulan hingga akhirnya ditentukan nasib adopsi bayi laki-laki secara hukum. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore