
Predator Anak
JawaPos.com - Kasus bocah berinisial PS, siswa kelas 5 SD yang melahirkan bayi laki-laki di Pasaman, Sumatera Barat seolah menjadi tanda kian maraknya kekerasan seksual terhadap anak. Apalagi ada dugaan pelaku tak lain merupakan keluarga dekat korban.
Sosiolog dari Universitas Gajah Mada (UGM), Sunyoto Usman menilai kondisi tersebut akibat keluarga yang gagal sebagai pelindung anak. "Anak sekarang dalam posisi yang sangat lemah tanpa perlindungan. Keluarga gagal menjadi pelindung anak," kata Sunyoto saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (27/9).
Menurut Sunyoto, saat ini hubungan dalam keluarga tidak seintim dulu. Hubungan antara orang tua dan anak juga kurang intensif. Pun sekolah tidak dapat dijadikan andalan dalam melindungi anak-anak.
"Peran extended famili juga semakin lemah. Sekolah tidak bisa diandalkan sebagai pelindung anak karena hanya mengutamakan pembelajaran, UAS, NEM, dan sejenisnya," paparnya.
Selain itu, Sunyoto menyayangkan kurangnya peran tokoh masyarakat yang dianggap gagal sebagai panutan bagi anak-anak. Dia mencontohkan, ada baiknya para pejabat meniru Presiden Joko Widodo dalam melakukan pendekatan terhadap anak.
"Jokowi beri buku dan sepeda kepada anak, itu cermin kepedulian pada anak. Seharusnya pejabat lain segara mengikuti (tidak harus sepeda dan buku, bisa yang lain). Tunjukkan pejabat menjadi sosok pelindung anak," pungkasnya.
Saat ini, kasus bocah PS ditangani Polsek Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar. Meski telah mendapatkan pengakuan soal pelaku kekerasan seksual merupakan orang terdekatnya, namun upaya penangkapan terhadap pelaku tidak bisa serta merta dilakukan.
Jajaran Polsek Panti, Kabupaten Pasaman akan melakukan tes DNA terhadap laki-laki yang disebut-disebut sebagai ayah biologis dari bayi Zaid Utsman Yasin. Sementara bayi Zaid diserahkan Dinas Sosial Pasaman, Sumbar kepada orang tua asuh untuk diadopsi. Namun proses adopsi ini masih dalam tahap pemantauan beberapa bulan hingga akhirnya ditentukan nasib adopsi bayi laki-laki secara hukum.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
