
Proyek pembangunan LRT di Jakarta
JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mendapat suntikan dana sebesar Rp 3,6 triliun untuk mendukung permodalannya tahun depan. Anggaran itu diberikan untuk mendorong pengoptimalan pembangunan Light Rapid Transit (LRT) yang tengah dikebut pemerintah.
Kepastian itu diperoleh setelah Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT KAI.
Banggar memberikan persetujuan terkait dengan pembiayaan pinjaman di tahun depan yang sebesar Rp 399,2 triliun dengan defisit anggaran 2,19 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Bahwa PMN yang diberikan ke KAI ini bagian dari keseluruhan equity yang dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan LRT Jabodebek," kata Sekretaris BUMN Imam A Putro di Ruang Banggar, Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9).
Imam menjelaskan, total pembiayaan LRT Jabodebek saat ini sebesar Rp 9 triliun. Sebanyak Rp 4 triliun telah masuk ke dalam APBN, Rp 3,6 triliun disertakan dalam RAPBN 2018 dan diberikan kepada PT KAI dalam bentuk PMN. Sementara sisanya, PT Adhi Karya (Persero) akan berkontribusi sebesar Rp 1,4 triliun.
"Jadi (PMN) ini adalah fokus untuk proyek LRT Jabodebek, dan tidak ada pembiayaan kereta cepat," tutupnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
