
Tersangka Peri di di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/9).
JawaPos.com - Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Didik Sugiharto menjelaskan, motif sementara PS alias Peri (27) yang tega membunuh Dini Oktaviani lantaran Peri ingin menguasai harta korban yang akan digunakan untuk membayar hutang.
"Dia terlilit hutang, mengaku lagi banyak hutang. Dia lagi proses cerai ada masalah keluarga. Sudah punya istri," kata AKBP Didik Sugiharto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/9).
Menurut Didik, Peri mengaku sedang membutuhkan uang untuk membayar hutang-hutangnya. Maka tanpa berpikir panjang, Peri pun nekat membunuh Dini. Tapi, aksi Peri tidak berjalan mulus seperti apa yang dibayangkan.
Dini ternyata sempat melakukan perlawanan selama sepuluh menit. Bahkan, kepala Peri sempat dibenturkan ke tembok atas perlawanan itu.
Namun, Peri mengaku melakukan hal itu karena spontan belaka untuk mencari uang. "Dari pengakuan tersangka hanya murni spontan, pertama pelaku tidak punya uang, banyak hutang, dan melihat ada HP di meja apartemen korban. Keinginan dia untuk menguasai harta korban," jelasnya.
Akibat perbuatannya, Peri dikenakan Pasal 338 KUHO Jo pasal 365 ayat (1) dan (3) KUHP dengan ancaman hukuman kurungan selama 15 tahun penjara.
Sebelumnya diketahui, Dini yang bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) produk kecantikan ditemukan tak bernyawa. Dini diduga dibunuh oleh seorang sopir ojek online berinisial PS alias Peri (27). Peristiwa itu terjadi pada 13 September 2017. Saat itu, terduga pelaku datang ke apartemen korban di Apartemen Laguna Tower B, Pluit, Jakarta Utara.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, pelaku datang ke apartemen lantaran diminta tolong korban untuk mencari rentenir karena sedang butuh uang. Kemudian terjadilah perbincangan antara keduanya, lalu pelaku secara reflek membunuh korban.
"Untuk diminta tolong carikan rentenir, di mana sesuai penyampaian korban sedang butuh uang," jelas Nico.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
