
Ilustrasi
JawaPos.com -Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB melimpahkan penanganan perkara pilot maskapai Lion Air, dengan inisial RS, yang kedapatan membawa narkoba jenis hashis ke BNN pusat. Pria asal Mumbai, India ini diberangkatkan BNN tak lama setelah penangkapannya.
Kepala BNN NTB Brigjen Pol Sukisto mengatakan, karena ini terkait warga negara asing (WNA) maka pihaknya memutuskan untuk menyerahkan RS ke BNN.
”Malam itu, saat penangkapannya langsung kita antar ke BNN,” kata Sukisto sebagaimana dilansir Lombok Post (Jawa Pos Group).
Sukisto menjelaskan, tertangkapnya RS mendapat atensi Kepala BNN RI Komjen Budi Waseso. Apalagi ini terjadi saat arus mudik. Terkait keselamatan ratusan penumpang yang memiliki tiket pesawat Lion Air.
”Jadi kita tetap akan giatkan pengecekan setiap operator kapal maupun pesawat udara, dalam rangka pengamanan mudik,” ujarnya.
Lebih lanjut, pengungkapan kasus ini bermula dari tes urine yang dilaksanakan, Rabu (21/6), di ruang karantina kesehatan bandara sekitar pukul 10.00 Wita. Mereka yang diperiksa berasal dari Batik Air, Lion Air dan Garuda Indonesia.
Langkah ini dilakukan BNNP bersama Polda NTB, POM TNI, Avsec LIA, dan Angkasa Pura. Tujuannya untuk memastikan kesiapan keselamatan penerbangan lebaran.
Saat tes urine itulah, hasil dari RS menunjukkan positif mengandung zat narkotika dengan kategori Hashis. RS sendiri diketahui akan membawa penumpang menuju Jakarta dengan nomor penerbangan JT 657.
Setelah pemeriksaan tersebut, RS sempat tidak mengakui membawa hasis. Namun, setelah dilakukan penggeledahan, ditemukanlah barang bukti yang dimaksud. Sekitar pukul 13.30 Wita, yang bersangkutan pun digelandang ke kantor BNNP. Sementara yang lain negatif, pelayanan penerbangan pun dilanjutkan ke tujuannya masing-masing.
Saat menjalani pemeriksaan di BNNP, RS akhirnya mengaku jika ia memiliki barang haram tersebut. Konon hashis seberat 5,03 gram yang ditemukan dalam kopernya, ia beli dari Bali. Harganya pun terbilang murah, untuk ukuran profesinya, yakni sebesar Rp 700 ribu per gram.
”Dia beli di Bali. Dan memang yang bersangkutan juga mengaku sebagai pecandu,” ungkapnya.(dit/r2/nas/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
