Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Mei 2017 | 00.35 WIB

Masjid Merogan, Jejak Syiar Islam dari Sungai Musi

Masjid Kiai Merogan di Palembang, Sumsel. - Image

Masjid Kiai Merogan di Palembang, Sumsel.

JawaPos.com - Palembang memiliki tokoh ulama yang terkenal pada masanya, yakni Kiai Merogan atau Muara Ogan. Di masanya Kiai Merogan berdakwah dan menyiarkan ajaran Islam dengan menaiki perahu menyusuri Sungai Musi.


Kini, meski kiai itu sudah tidak ada lagi, namun keturunannya tetap menjaga peninggalan dan cara beribadahnya. Untuk barang peninggalan tentu ada masjid yang disertai buku, kitab-kitab, barang berharga lainnya. Sedangkan dua masjid peninggalan sang kiai hingga kini masih terawat dengan baik yakni Masjid Kiai Merogan dan Masjid Lawang Kidul.


Kini peninggalan itu dijaga oleh Ipda Kamil Al Rasyid, zuriat keturunan keempat Kiai Merogan. Kamil Al Rasyid, selain aktif menjadi anggota Polri, dia juga pengurus Masjid Lawang Kidul. Di luar jam dinasnya dia selalu berupaya memakmurkan masjid dan menjaga museum masjid. Di museum itu terdapat berbagai barang peninggalan Kiai Merogan yang bisa dilihat hingga kini.


“Kiai Merogan dahulu memang sangat senang bersedekah karena itu kami lakukan hingga kini,” ujar Kamil seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (30/5).


Kamil Al Rasyid yang sehari-hari bertugas sebagai Panit Ops Subbid Paminal Bid Propam Polda Sumsel itu menyebut, sedekah yang diberikan tersebut merupakan kumpulan sumbangan dari jemaah masjid.


Setiap bulan jumlahnya berbeda untuk diberikan kepada anak di sekitar masjid. Apalagi Ramadan saat ini banyak kegiatan rutin yang dilakukan. Mulai dari salat tarawih berjemaah, tadarusan para bapak dan ibu jemaah masjid. “Kami juga gelar buka bersama setiap hari karena cukup banyak jemaahnya yang datang ke sini,” imbuhnya.


Mengikuti jejak leluhurnya, bapak dua anak ini juga selalu menyempatkan diri untuk melaksanakan salat di Masjid Lawang Kidul. Masjid yang dibangun tahun 1890 itu, terdapat beberapa bangunan seperti mihrab yang terbuat dari batu kapur dan masih terjaga keasliannya. Serta barang lain seperti jendela dan tiang.


Kamil Al Rasyid berharap ke depan zuriat lainnya dapat terus melakukan apa yang sudah dilakukan Kiai Merogan. Mensyiarkan agama, terlebih di era globalisasi saat ini yang semakin besar sekali tantangannya. Mengajak masyarakat berbuat kebaikan karena banyak dipengaruhi dunia luar. (*/air/ce1/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore