Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Desember 2015 | 04.30 WIB

Tol Cipali Kembali Renggut Korban, 11 Warga Brebes Tewas, 8 Luka

RINGSEK: Kondisi mobil elf bernomor polisi B 8378 QU ringsek setelah mengalami kecelakaan di Tol Cipali KM 137, Kamis (3/12). - Image

RINGSEK: Kondisi mobil elf bernomor polisi B 8378 QU ringsek setelah mengalami kecelakaan di Tol Cipali KM 137, Kamis (3/12).

JawaPos.com - Kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di KM 137 KM Indramayu-Cirebon, Jawa Barat, Rabu (3/12) pukul 05.30 WIB. Akibatnya, sebanyak 11 penumpang minibus Isuzu Elf tewas, 5 luka berat dan 3 luka ringan. 



Data yang dihimpun Radar Cirebon (Jawa Pos Group), insiden bermula saat minibus nopol B 8378 OU itu melaju kencang dari arah Jakarta. Tepat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, minibus menabrak truk yang ada di depannya.       



Karena itu, minibus travel yang dikemudikan Abdul Gofur (34) warga Desa Cibentang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, ini meledak. Sementara, truk yang ditabraknya terus melaju. 



Saat ini, 11 korban yang tewas dievakuasi ke RSUD Ciereng, Subang. Sementara korban yang luka, 5 orang dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon dan 3 lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Purwakarta.  



Kapolres Indramayu AKBP Wijonarko saat mengunjungi Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, mengaku masih melakukan penyelidikan. Termasuk melacak truk yang kabur setelah ditabrak minibus nahas tersebut. 



“11 korban meninggal dibawa ke RS Ciereng, Kabupaten Subang. Sedangkan korban luka, tiga di antaranya luka berat dibawa ke RS Mitra Plumbon, Cirebon,” ujar Wijonarko.



"Sementara diduga minibus menabrak sebuah truk di depannya. Ini ditandai dengan adanya cat mobil lain di bemper depan mobil minibus. Tapi, semua masih dalam tahap penyelidikan,” imbuh Wijonarko.



Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Suwardi mengatakan, melihat kondisi minibus yang ringsek berat, diduga karena laju kecepatan yang tinggi. 



“Tapi untuk mengetahui pasti penyebab dari kejadian tersebut, kami akan menggunakan sistem technical analysis accident (TAA). Dari sistem ini akan diketahui laju kecepatan dan arah kendaraan tersebut,” kata Suwardi.



Suwardi juga menyebutkan, para korban merupakan pedagang asal Brebes yang mengadu nasib di Bogor. “Para korban merupakan pedagang yang berjualan di Bogor,” ujar Suwardi. (kom/arn/ygo/din/JPG)

Editor: Husain
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore