Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Oktober 2026 | 06.15 WIB

Sektor Properti di Jawa Timur Lesu, REI Laporkan Penjualan Merosot sampai 40 Persen

Deretan hunian di perbatasan Surabaya Barat. DPD REI Jawa Timur mencatat penjualan properti turun sekitar 30-40 persen sepanjang 2026. (Riana Setiawan/ Jawa Pos) - Image

Deretan hunian di perbatasan Surabaya Barat. DPD REI Jawa Timur mencatat penjualan properti turun sekitar 30-40 persen sepanjang 2026. (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jawa Timur (Jatim) mencatat penjualan properti di wilayah tersebut turun sekitar 30-40 persen sepanjang 2026.

Ketua DPD REI Jatim H Mochamad Ilyas, mengatakan penurunan terjadi pada segmen rumah subsidi maupun komersial dan diperparah menurunnya kualitas calon pembeli yang berpengaruh terhadap proses persetujuan kredit perbankan.

“Kondisi ini tidak hanya dialami pengusaha properti di Jawa Timur, tetapi juga terjadi secara nasional akibat kontraksi bisnis di sektor properti dan sektor lainnya,” kata Ilyas, dikutip Minggu (11/10).

Ilyas menyebut, jika sebelumnya dari 10 calon pembeli hanya satu hingga dua orang yang ditolak bank, kini sekitar separuh calon pembeli berpotensi tidak lolos proses pembiayaan akibat lesunya daya beli masyarakat.

Oleh sebab itu, DPD REI Jatim dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 berupaya merumuskan usulan kenaikan harga rumah subsidi untuk dibawa dalam Rapat Kerja Nasional REI.

Ia menilai kenaikan harga diperlukan karena biaya pembangunan terus meningkat, sementara harga rumah subsidi telah bertahun-tahun tidak mengalami penyesuaian.

Usulan tersebut merupakan upaya REI Jatim agar para pengembang anggota REI Jatim tetap optimis menghadapi tantangan bisnis saat ini.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa REI Jatim turut mendorong kebijakan program tiga juta rumah oleh pemerintah dapat berjalan dengan maksimal.

Dalam Rakerda 2026 bertema 'Developer Tangguh, Mengubah Tantangan Menjadi Peluang' dan dihadiri oleh 500 orang anggota itu, REI Jatim juga memperkenalkan Reinstitut untuk mengedukasi masyarakat serta mendorong pengusaha kavling liar menjadi pelaku usaha properti yang taat regulasi.

“Melalui Reinstitut, kami ingin meningkatkan edukasi masyarakat sekaligus mendorong profesionalisme pengusaha properti, agar menjalankan usaha sesuai regulasi dan tidak merugikan masyarakat,” ujar Ilyas.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore