Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 21.01 WIB

CBRE Indonesia Catat Permintaan Perkantoran CBD dan Non-CBD Jakarta Terus Meningkat

Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, Head of Capital Markets and Industrial Services, Ivana Susilo, Co-Heads of Office Services, Judy Sinurat & Albert Dwiyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7). (Djati Waluyo/ Jawapos.com) - Image

Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, Head of Capital Markets and Industrial Services, Ivana Susilo, Co-Heads of Office Services, Judy Sinurat & Albert Dwiyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7). (Djati Waluyo/ Jawapos.com)

Jawapos.com - Perusahaan konsultan dan penyedia layanan propertiColdwell Banker Richard Ellis (CBRE) Indonesia, mencatat permintaan penyewaan di kawasan central busisnes district (CBD) maupun non CBD di Jakarta terus meningkat.

Co-Heads of Office Services CBRE Indonesia, Judy Sinurat, mengatakan untuk kawasan CBD Jakarta penyerapan bersih mencapai sekitar 16.800 meter persegi pada kuartal kedua, dengan tingkat okupansi meningkat menjadi 76,3 persen.

Permintaan tetap didorong oleh tren flight-to-quality, di mana penyewa semakin mencari gedung Premium Grade dan Grade A yang menawarkan spesifikasi modern, fitur keberlanjutan (sustainability), dan fasilitas yang lebih baik.

“Terbatasnya pasokan baru turut berkontribusi terhadap meningkatnya kondisi pasar serta prospek pertumbuhan tarif sewa,” ujar Judy dalam media Breafing, Jakarta, Rabu (22/7).

Judy mengatakan, tren tersebut mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam cara perusahaan mengevaluasi lokasi kantor. Meski alamat prestisius tetap memiliki peran penting, konektivitas dan aksesibilitas kini semakin menjadi pertimbangan yang sama pentingnya dalam pengambilan keputusan terkait real estat korporat.

"CBD masa depan tidak lagi ditentukan semata-mata oleh alamat atau lokasinya. CBD tersebut akan ditentukan oleh seberapa baik kawasan tersebut menghubungkan masyarakat, dunia usaha, dan berbagai peluang. Dalam kondisi pasar saat ini, konektivitas bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong daya saing bisnis dalam jangka panjang,” ujarmya.

Lanjutnya, untuk pasar perkantoran Non-CBD Jakarta mencatat penyerapan bersih sekitar 12.900 meter persegi, sehingga tingkat okupansi meningkat menjadi 73,3 persen.

Dimana, permintaan tetap terkonsentrasi pada gedung berkualitas tinggi dan lokasi dengan aksesibilitas yang berkembang.

“Relokasi penyewa dan strategi optimalisasi ruang kerja terus mendukung aktivitas pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menyampaikan bahwa kinerja pasar saat ini terus didukung oleh permintaan riil, bukan oleh aktivitas spekulatif.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore