Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Juli 2018 | 00.36 WIB

Masalah Lahan di Papua Dibuat Film, Ini Ceritanya

Ini Tanah Siapa?. Kisah permasalahan lahan di Papua. - Image

Ini Tanah Siapa?. Kisah permasalahan lahan di Papua.

JawaPos.com - Mini Seri Ini Tanah Siapa? yang tayang melalui kanal Youtube resmi Epenkah Cupentoh dengan total empat episode mengangkat soal masalah pertanahan yang terjadi di Papua. Tema ini terbilang berat, namun mini seri dikemas dengan renyah, mudah dicerna dan membuat orang tertawa.


Ini Tanah Siapa? mengisahkan tentang tiga orang sahabat asal Papua, yaitu Celo, Dodi, dan Nato, yang berkonflik karena menghadapi masalah perizinan lahan yang tumpang tindih.


Sutradara Epen Cupen Irham Acho Bachtiar punya alasan sendiri mini seri ini dibuat drama komedi. Acho mengatakan sketsa komedi dengan banyak episode berikut permasalahannya itu lebih efektif membuat masyarakat jadi lebih paham soal isu pertanahan.


"Kita harus pakai cara-cara yang masyarakat kita gampang untuk mencernanya," ujarnya di Jakarta, Senin, (30/7).


Berikut MOP, kata Acho, yang merupakan budaya dari Papua itu sendiri jadi masyarakat bisa menerimanya dengan mudah. Gaya komedi Papua, tambah Acho, agak berbeda dengan jenis komedi lainnya. Berbeda dengan stand up comedy MOP awalnya itu serius tetapi di ending itu lucu.


"Tidak memaksa orang untuk tertawa cukup membuat orang tersenyum. Pembawaan mereka atau personaliti dari para aktor yang membuat lucu walau pun tema yang diangkat berat soal pertanahan," katanya.


Acho menambahkan ini Tanah Siapa? rencana juga akan tayang di TV Merauke dan jangkauannya akan sampai ke kampung-kampung. Gaya penuturan yang dibawakan di mini seri ini mungkin juga tidak cocok di luar Papua, tapi bagi Acho mini seri Ini Tanah Siapa? cocok untuk masyarakat Papua.


Sebagai catatan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Badan Informasi Geopasial bekerja sama dengan kelompok seniman MOP Papua Epen Cupen menggarap mini serial drama komedi ini.


Drama komedi Ini Tanah Siapa? menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat akan pentingnya Kebijakan Satu Peta. Satu peta dasar di Indonesia untuk menghindari penyalahgunaan maupun konflik lahan, yang berkontribusi pula pada maraknya korupsi sumber daya alam (SDA).


"Kami harap masyarakat lebih sadar bahwa isu lahan mungkin menimpa siapa saja dan ikut mendorong realisasi Kebijakan Satu Peta di Indonesia," pungkasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore