Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Agustus 2024 | 06.45 WIB

Pasar Properti Dipandang Bergairah, Pinhome: Pertumbuhan Pasar Properti di Sekitar IKN Melonjak  

Ilustrasi properti - Image

Ilustrasi properti

JawaPos.com – Pertumbuhan pasar properti di Indonesia tidak lagi jawasentris. Beberapa pulau besar seperti Sumatera, Sulawesi hingga Indonesia bagian timur terlihat mengalami peningkatan. Tidak terkecuali di Kalimantan, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Perkembangan itu tercatat dalam data Pinhome. CEO dan Founder Pinhome Dayu Dara Permata menyatakan, pertumbuhan pasar properti ini sangat signifikan.

Terbukti dari jangkauan yang sudah tersebar di 100 persen provinsi di seluruh Indonesia. “Ini adalah bukti bahwa setiap daerah memiliki potensi yang dapat dikembangkan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/8).

Menurut Dara, Di Kalimantan terutama kawasan IKN di Kalimantan Timur, data lonjakan minat pencarian properti di Samarinda dan Balikpapan meningkat. Di Samarinda, peningkatannya mencapai hingga lebih dari 20 kali lipat. Sedangkan di Balikpapan mencapai 5 kali lipat. 

Selain itu, baik Kalimantan Timur dan Sulawesi Utara mengalami lonjakan inventori properti komersial lebih dari 11 kali lipat dibanding tahun lalu.

Dara juga memaparkan bahwa beberapa pulau besar di Indonesia memiliki karakter berbeda. Seperti Sumatera yang memperlihatkan pertumbuhan pesat empat kali lipat untuk sektor rumah tangan kedua atau seken di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. 

“Minat terhadap properti komersial juga meningkat tajam di Sumatera Barat, Lampung, dan Kepulauan Riau, mengindikasikan potensi ekonomi yang berkembang di luar Jawa,” terangnya.

Sementara di Indonesia Timur, bagian Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, mengindikasikan permintaan yang kuat dan peluang investasi yang belum tergali.

Hal berbeda justru terlihat di Jawa dan Bali, khususnya DKI Jakarta yang menunjukkan proporsi inventori sewa residensial dua kali lipat dari rata-rata di wilayah tersebut. 

Di Jakarta, minat beli dan sewa properti residensial hampir seimbang. Sementara di Bali, minat sewa 48 persen lebih tinggi, didorong oleh sektor pariwisata yang kuat.

Di sisi lain, lanjut Dara, permintaan KPR takeover meningkat seiring kenaikan suku bunga. Naiknya permintaan KPR Takeover di Bogor dan Tangerang Selatan menunjukkan bahwa konsumen mencari alternatif pembiayaan yang lebih terjangkau.

Sementara itu, permintaan layanan home service di Jakarta meningkat 24 persen, terutama untuk layanan pembersihan kamar mandi dan cuci kasur. Sedangkan di Banten, cuci mobil mencatat rasio pemberian tip tertinggi 9,3 persen, dengan rata-rata tip sebesar Rp 15.000 hingga Rp 20.000.

"Kami optimistis akan masa depan properti Indonesia yang semakin merata, berkelanjutan, dan inklusif, sejalan dengan semangat Nusantara Baru, Indonesia Maju," tutup Dara.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore