Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung . (Istimewa).
JawaPos.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung mempertanyakan kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke kediaman Presiden Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (6/10) malam.
Pasalnya, kedatangan Jokowi ke rumah Prabowo bersamaan dengan agenda pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal syarat pendidikan calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka.
Rocky tak memungkiri, muncul berbagai interpretasi atas kedatangan Jokowi ke rumah Prabowo di Kertanegara.
"Lalu timbul interpretasi macam-macam, kenapa Pak Jokowi datang ke Kertanegara. Menego, menekan, mau mengingatkan perjanjian politik," kata Rocky Gerung dalam sebuah diskusi publik bertajuk 'Ijazah SMA Tak Ditemukan, Gibran Tetap Wapres!, dikutip Minggu (11/10).
"Akibatnya, opini publik muncul lagi di situ ada kesempatan untuk mempermainkan lagi ratio decidendi," sambungnya.
Rocky tak memungkiri, MK menangkap keresahan publik atas tidak ditemukannya ijazah SMA sederajat Gibran Rakabuming Raka.
"Jadi sebetulnya, Mahkamah juga secara tidak sengaja mengirimkan kegelisahan publik," ujarnya.
Ia memandang, pertimbangan MK yang tidak mendiskualifikasi Gibran untuk menghindari kekacauan politik. Karena itu, Rocky tak mempermasalahkan adanya pihak-pihak yang ingin membawa putusan MK tersebut ke DPR RI.
"Nah, tugas masyarakat sipil adalah mengepung DPR dengan pikiran atau bahkan dengan massa, supaya moral dari ratio decidendi itu tidak berubah menjadi politico decidendi. Itu prinsipnya," tegasnya.
Namun, Rocky menyatakan akan sangat elegan jika Gibran mundur dari jabatan sebagai Wakil Presiden. Menurutnya, kesadaran moral itu seharusnya datang dengan sendirinya dari Gibran.
"Dan supaya itu tidak berlangsung lama, sangat elegan kalau Gibran bilang: 'Saya mengerti bahwa ratio decidendi itu artinya saya tidak layak lagi'. Kesadaran moral dari Gibran itu yang kita inginkan," ucapnya.
"Tapi mungkin itu 0,7%. Tapi kalau proses, dia legitimasi berlangsung panjang, 0,5 bisa jadi 20% dalam 2 hari, lalu jadi 80% dalam 3 hari, jadi 100% sebelum tanggal 20," tambahnya.
Menurutnya, akan sangat negarawan jika Gibran mundur dari jabatan Wapres RI.
"Gibran bilang, 'Saya mengerti ratio decidendi itu, walaupun saya tidak punya ijazah, tapi saya mengerti rasio ratio decidendi itu',' tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022