
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat rapat bersama sejumlah pakar di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
JawaPos.com – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset di Komisi III DPR terus berlangsung secara simultan.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman memastikan pembahasan RUU perampasan aset berstatus super prioritas, dan pihaknya all out untuk menyelesaikannya.
Saat ini, terang Habiburokhman, Komisi III DPR terus mengundang berbagai pihak untuk memberi masukan terkait RUU Perampasan Aset.
Sebagai bentuk komitmen, rapat-rapat pembahasan RUU perampasan asset tetap akan dilakukan di masa reses agar selesai tepat waktu.
"Mungkin ada sekitar delapan hari kerja di masa reses yang akan kita maksimalkan. Bahkan mungkin kalau bisa lebih, sampai malam, sampai malam kita penyerapan aspirasinya," kata Habiburokhman di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (23/9) sebagaimana dilansir dari Antara.
Menurut dia, kinerja Komisi III DPR tidak bisa disamaratakan dengan kinerja periode-periode sebelumnya.
Sebab, anggota Komisi III DPR pada periode saat ini 65 persennya merupakan anggota baru, dan struktur pimpinannya juga telah berubah.
Dia pun membantah DPR lambat membahas RUU Perampasan Aset yang telah diusulkan sejak 2008.
Menurut dia, saat itu para anggota Komisi III DPR yang menjabat pada periode ini belum duduk di Senayan.
Karena itu, pekerjaan rumah pada periode sebelumnya mulai diselesaikan pada periode kali ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022