
Halaqoh Pra-Muktamar bertajuk "Quo Vadis NU: Apakah NU Masih Milik Ummat?" di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7) malam. (Istimewa).
JawaPos.com - Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pesantren Luhur Ciganjur mendesak agar NU tak terkooptasi dengan pemerintah. Hal ini diputuskan dalam Halaqoh Pra-Muktamar bertajuk "Quo Vadis NU: Apakah NU Masih Milik Ummat?" di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri para kader muda NU sebagai panelis, serta ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi keagamaan, pelajar, hingga mahasiswa. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk membahas arah organisasi NU menjelang muktamar mendatang.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pesantren Luhur Ciganjur KH. Arief Rachman Hamid Baidlowi menegaskan bahwa NU merupakan organisasi yang memiliki fondasi kuat karena dibangun oleh para ulama pendiri yang penuh keteladanan.
"Jarang ada organisasi yang dapat bertahan lebih dari 100 tahun, namun NU sepertinya bukanlah organisasi biasa karena bersandar pada kebijaksanaan dan barokahnya ulama Founding Father NU," kata KH. Arief Rachman dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).
Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para ulama pendiri harus tetap menjadi pijakan utama dalam menjaga arah perjuangan organisasi agar tetap berpihak kepada umat dan tidak kehilangan jati dirinya.
Selain KH. Arief Rachman, Ketua Alumni Pesantren Luhur Ciganjur KH. Syaifullah Amin juga menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan NU yang dinilai harus berorientasi kepada kepentingan warga Nahdliyin.
"Halaqoh Pra-Muktamar ini diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan generasi muda Nahdliyin atas kondisi yang terjadi di tingkat pimpinan NU saat ini. NU bukan sekedar perebutan posisi jabatan, sehingga pimpinan NU tidak perlu lagi sibuk memikirkan untuk setia kepada siapa, melainkan kesetiaan hanyalah diberikan kepada warga Nahdliyin," tegas KH. Amin.
Sementara itu, Lurah Pesantren Luhur Ciganjur Muhammad Fadhil Bilad menjelaskan, penyelenggaraan halaqoh merupakan inisiatif murni dari santri dan alumni Pesantren Luhur Ciganjur sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan organisasi.
"Kami berharap, dengan adanya Halaqoh ini mampu mendapatkan aspirasi yang bagus dan membangun bagi NU itu sendiri karena hari ini kita mempertanyakan dimana peran NU bagi masyarakat, meskipun dalam AD/ART NU tentang Tujuan dan Usaha NU yang tertera pada Anggaran Dasar, Bab IV Pasal 9 poin b, c, dan d tentang membangun kualitas pendidikan, mendorong pemberdayaan kesehatan maupun advokasi masyarakat terpinggirkan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat untuk kemakmuran yang merata," ungkap Bilad.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
