Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 16.12 WIB

PDIP Respons Sentilan Parpol Pendukung Pemerintah: Jika Seluruh Fraksi Hanya Manut, Apa Bedanya dengan Orde Baru?

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus ditemui disela-sela Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Sabtu (2/8). (Ridwan/ JawaPos.com) - Image

Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus ditemui disela-sela Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Sabtu (2/8). (Ridwan/ JawaPos.com)

JawaPos.com - PDI Perjuangan merespons berbagai kritik dan sindiran dari sejumlah partai politik pendukung pemerintah terkait posisi partai berlambang banteng tersebut yang memilih berada di luar pemerintahan. Sebab, sejumlah parpol di antaranya PKB, Partai Golkar, hingga Partai Demokrat mempertanyakan komitmen politik PDIP.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menilai tudingan yang diarahkan kepada partainya tidak tepat dan menunjukkan kegelisahan politik dari parpol pendukung pemerintah. Menurutnya, kritik tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar.

"Saya mencermati dengan seksama pernyataan sejumlah partai politik belakangan ini yang mempersoalkan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang. Ada yang menyebut politik dua kaki, ada yang meminta kami tegas di dalam atau di luar pemerintahan. Saya melihat sikap partai-partai ini sungguh mengherankan dan tidak pada tempatnya," kata Deddy kepada wartawan, Senin (22/6).

Ia menegaskan, sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal oposisi secara formal. Dalam praktiknya, partai politik hanya berada di dalam atau di luar pemerintahan, dan PDIP telah menentukan sikapnya secara jelas.

"PDI Perjuangan dengan jelas telah menyatakan posisi kami di luar kabinet, tetapi tetap menjalankan fungsi pengawasan yang konstitusional melalui mekanisme DPR. Ini bukan sikap ambigu, ini adalah mandat Rakernas partai yang sudah kami jalankan secara konsisten," ujarnya.

Menurut Deddy, keberadaan PDIP di luar pemerintahan seharusnya dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sehat. Karena itu, ia mempertanyakan alasan sejumlah partai koalisi merasa terganggu dengan posisi politik partainya.

"Justru yang perlu dipertanyakan, mengapa partai-partai ini begitu khawatir dengan keberadaan PDI Perjuangan? Apakah karena kurang percaya diri? Atau ada kegalauan di internal koalisi sehingga mencari kambing hitam?" lanjutnya.

Deddy juga mempersilakan partai politik yang merasa tidak nyaman dengan kondisi politik saat ini untuk menentukan sikap secara terbuka, tanpa menyeret PDIP ke dalam polemik yang tidak relevan.

"Jika ada partai yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini, silakan keluar dari pemerintahan. Tidak perlu membuat isu aneh dan menyeret-nyeret PDI Perjuangan. Ini bukan cara berpolitik yang elegan," jelasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore