Ketua Komisi III DPR Habiburokhman. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menanggapi kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal, soal kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Habiburokhman menegaskan, kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal dinilai tidak produktif, karena tidak berbasis informasi yang akurat.
Habiburokhman memahami, era demokrasi dan keterbukaan informasi tentu harus membuka diri terhadap kritik, termasuk dari mantan pejabat tinggi seperti Dino Patti Djalal.
"Sebagai sesama anak bangsa, saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif, karena tidak berbasis info yang akurat, bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekedar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo," kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (2/6).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, solusi yang disampaikan Dino agar Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain justru aneh. Menurutnya, di tengah ketidakpastian global saat ini Presiden Amerika Serikat (AS) pun bahkan harus bertemu langsung dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk memperjuangkan kepentingan negaranya.
"Menurut kami justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif, baik menerima kunjungan maupun juga mengunjungi pemimpin negara lain," tegasnya.
Ia pun menyebut, kritik yang disampaikan Dino terhadap kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo sangat tidak etis.
Menurutnya, di negara-negara maju, mantan pejabat justru membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya. Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja.
"Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi bumerang, jika publik membanding kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat," cetusnya.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal, sebelumnya menyoroti frekuensi kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Kritik tersebut disampaikan melalui akun Instagram pribadinya sebagai bentuk perhatian terhadap efektivitas diplomasi di tengah tuntutan efisiensi anggaran negara.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
