
Seskab Teddy Indra Wijaya. (Instagram: @sekretariat.kabinet)
JawaPos.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjawab berbagai kritik yang muncul terkait aktivitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Sorotan tersebut mencakup persoalan anggaran perjalanan, jumlah delegasi yang ikut serta, frekuensi lawatan ke luar negeri, hingga manfaat yang dihasilkan dari agenda diplomasi tersebut.
Penjelasan itu disampaikan Teddy melalui video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, pada Senin (1/6), sebagai respons atas sejumlah pandangan yang sebelumnya disampaikan mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal.
Teddy menegaskan bahwa pengeluaran perjalanan Presiden yang melampaui alokasi anggaran negara tidak dibebankan kepada APBN.
"Karena saya di-mention oleh Pak Dubes Dino, saya mau luruskan beberapa hal. Jadi yang pertama, masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy melalui video yang diunggah akun media sosial Sekretariat Kabinet, dikutip Selasa (2/6).
Terkait kritik mengenai ukuran delegasi yang mendampingi Presiden, Teddy mengatakan jumlah personel yang ikut dalam kunjungan kenegaraan saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
Menurutnya, jika pada masa lalu rombongan dapat berjumlah lebih dari 120 orang, saat ini jumlahnya dibatasi sekitar 50 hingga 60 orang.
"Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu, itu sekali luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," ucapnya.
Sementara itu, Teddy menjelaskan bahwa tidak semua agenda perjalanan luar negeri dapat disusun jauh-jauh hari karena situasi internasional berkembang sangat cepat dan sering kali memerlukan respons segera.
"Kemudian yang ketiga, jadwal harus satu tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu sangat dinamis. Hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara," sebutnya.
Ia menambahkan, tingginya intensitas aktivitas diplomatik Presiden juga tidak terlepas dari berbagai krisis dan konflik yang sedang berlangsung di sejumlah kawasan dunia.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
