
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menanggapi polemik pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto, di Jakarta, Kamis (28/5). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com).
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menanggapi polemik terkait penggunaan anggaran negara sebesar Rp 100 miliar untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Menurutnya, program penyaluran 1.098 ekor sapi kurban tersebut merupakan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banpres) yang sah dan ditujukan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
Idrus menegaskan, Partai Golkar mendukung penuh berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak kepada rakyat. Dukungan itu, kata dia, juga sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar kepada seluruh kader partai.
“Ketua Umum Partai Golkar sudah menginstruksikan kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar agar seluruh program pemerintah dan kebijakan Presiden, karena pasti menyangkut kepentingan rakyat, kepentingan umat, dan kepentingan bangsa harus kita dukung sepenuhnya. Karena itu, Golkar harus berada di barisan terdepan dalam mengawal kebijakan yang memang ditujukan untuk rakyat,” kata Idrus di Jakarta, Kamis (28/5).
Ia menilai, bantuan sapi kurban dari Presiden tidak tepat jika dipandang sebagai kepentingan pribadi ataupun upaya pencitraan politik. Menurut Idrus, seluruh bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat melalui masjid, pondok pesantren, organisasi keagamaan, hingga kelompok masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
“Penggunaan APBN oleh Presiden untuk bantuan sapi kurban itu adalah bentuk bantuan pemerintah kepada masyarakat. Tujuannya jelas, agar rakyat yang membutuhkan juga bisa merasakan kebahagiaan Idul Adha," ujarnya.
Idrus juga menanggapi kritik terkait penggunaan APBN dalam program tersebut. Ia berpandangan, kritik itu cenderung berlebihan dan tidak melihat tujuan utama dari program bantuan kurban yang sarat dengan nilai sosial dan kebersamaan.
Menurutnya, program itu justru mencerminkan semangat gotong royong, solidaritas, serta upaya pemerataan kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan di momen Idul Adha.
“Jadi tidak benar kalau ada narasi seolah-olah Presiden Prabowo menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Idrus meminta masyarakat tidak membangun prasangka negatif terhadap Presiden Prabowo. Ia meyakini seluruh kebijakan yang diambil pemerintah telah melalui kajian hukum dan pertimbangan syariat yang matang.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
