
Sejumlah aktivis dan tokoh nasional melontarkan kritik terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
JawaPos.com – Sejumlah aktivis dan tokoh nasional melontarkan kritik terhadap arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah diskusi publik di Universitas Paramadina, para pakar menilai laporan majalah internasional The Economist berjudul “Indonesia's President is Jeopardizing the Economy and Democracy” menjadi sinyal memburuknya tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, menyoroti semakin melemahnya fungsi negara hukum yang dinilai dikerdilkan demi kepentingan politik praktis.
"Negara hukum dan daulat rakyat yang semula dirancang oleh para pendiri bangsa sebagai instrumen vital pendistribusian kemakmuran, kini mengalami pengerdilan dan semata dijadikan instrumen elektoral. Sekadar untuk merebut, mengakumulasi, dan mempertahankan kekuasaan," kata Sudirman Said, Minggu (24/5).
Menurut Sudirman, akumulasi persoalan tata kelola selama satu dekade terakhir telah mendorong pergeseran dari kepemimpinan berbasis institusi menuju personalisasi kekuasaan.
"Aturan main diubah atau digeser-geser. Kebijakan dijungkirbalikkan. Lembaga pengawas dilumpuhkan," tuturnya.
Ia juga menggambarkan kondisi ekonomi nasional saat ini sebagai situasi yang terjebak akibat kebijakan tanpa pengawasan institusional yang kuat.
"Kita seperti berjalan di dalam lumpur hisap. Semakin bergerak, semakin tersedot. Intervensi Rp 500-an triliun lebih ke pasar bukannya membangun kepercayaan, malah menjauhkan," jelas Sudirman.
Sudirman menilai pemulihan kepercayaan publik menjadi langkah utama untuk keluar dari krisis tata kelola yang terjadi saat ini.
"Semua pihak harus bekerja keras, bahu-membahu, restoring confidence. Membangun kembali trust. Yang paling bertanggung jawab tentu adalah yang diamanahi otoritas. Syaratnya satu: buka lebar-lebar telinga, mata, dan nurani!" tegasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
