Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Mei 2026 | 14.52 WIB

Prabowo Subianto: 19 Bulan Pemerintahan Saya Pimpin, Alhamdulillah Banyak yang Sudah Dicapai

Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5). (Istimewa) - Image

Presiden Prabowo Subianto menghadiri panen raya udang di tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5). (Istimewa)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah mencapai swasembada pangan selama 19 bulan masa pemerintahannya. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya udang di tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5).

"Kita alhamdulillah bisa katakan 18 bulan saya pimpin pemerintahan, dari Oktober 20, satu tahun, dari Oktober, November, Desember, Januari, Maret, April, Mei, 7 bulan ya, satu tahun tujuh bulan. Jadi 19 bulan. 19 bulan alhamdulillah banyak yang sudah kita capai," kata Prabowo saat menyampaikan sambutan.

Prabowo menjelaskan, Indonesia saat ini sudah mencapai swasembada beras, jagung, telur, dan ayam. Namun, ia mengakui Indonesia masih melakukan impor daging.

"Daging kita masih belum, ini sudah kita kerjakan, mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi swasembada daging ya," ucap Prabowo.

Kepala Negara pun mengklaim, kondisi pangan dalam negeri relatif aman di tengah penuh ketidakpastian global. Ia merasa bersyukur Indonesia tidak terlibat perang secara langsung seperti Amerika Serikat dengan Iran.

"Pangan kita relatif aman, di dunia banyak sekarang pertikaian, perang dimana-mana, kita bersyukur ke yang maha kuasa kita tidak terlibat, tapi kita waspada, kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, jaga kekayaan kita," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan pemerintahannya tidak ingin dipermainkan oleh negara-negara lain. Sebab, itu merupakan amanat dari Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

"Sekarang kekayaan-kekayaan kita kelola sendiri, kita tidak mau kekayaan-kekayaan kita dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu dan ini, dan ini sudah kita lakukan, harus kita lakukan, ini perintah dari UUD, dan ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir," pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore