
Menhut Raja Juli Antoni saat hadir dalam forum PBB di New York, AS. Dia menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga kelestarian hutan dan satwa. (Kemenhut)
JawaPos.com - Baru-baru ini Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni hadir dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York. Dalam forum internasional tersebut, dia menyinggung pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik.
Raja Juli menegaskan bahwa pembentukan satgas tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus melakukan penguatan konservasi satwa dan pengelolaan kawasan konservasi. Dia menekankan, hal itu sejalan dengan arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jajarannya di Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Menurut Raja Juli, Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat pengelolaan taman nasional melalui skema pembiayaan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang. Mekanisme yang dikembangkan mencakup optimalisasi nilai ekonomi karbon serta penguatan ekowisata sebagai instrumen pendukung konservasi.
Tidak hanya itu, Raja Juli mengungkapkan bahwa arah pengembangan taman nasional di Indonesia ke depan akan berpijak pada prinsip keberlanjutan yang kokoh. Dia pun menekankan fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemanfaatan kawasan di seluruh wilayah Indonesia.
”Pesan utama yang kami bawa adalah Ecological Before Tourism. Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum kita berbicara mengenai pengembangan pariwisata. Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi, bukan sebaliknya,” kata dia dikutip dari keterangan resmi pada Kamis (14/5).
Pejabat yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menyampaikan bahwa pihaknya terus membuka ruang kolaborasi yang seluas-luasnya dengan komunitas internasional, lembaga donor, dan sektor swasta global untuk mendukung skema pembiayaan baru tersebut. Lewat satgas itu, Indonesia berupaya memastikan pengelolaan taman nasional berstandar dunia dengan fokus terus meningkatkan penyerapan karbon serta melindungi spesies ikonik terancam punah.
”Kami mengundang kemitraan global untuk memperkuat pendanaan dan transfer teknologi dalam pengelolaan taman nasional. Dengan kolaborasi internasional, kita dapat memastikan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia terjaga demi keseimbangan ekosistem global,” jelasnya.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
