Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 02.04 WIB

Punya Posisi Strategis di Pasar Global, Anggota DPR RI Ingatkan Indonesia Perlu Jaga Stabilitas Ekonomi

Ahmad Najib Qodratullah. (Istimewa) - Image

Ahmad Najib Qodratullah. (Istimewa)

JawaPos.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah menilai Indonesia memiliki posisi penting di pasar global. Oleh karena itu, Indonesia perlu menjaga stabilitas ekonomi.

Najib mengatakan, keuangan Indonesia tengah dihadapkan pada tantangan besar. Mulai dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga menyentuh level 6.700 usai pengumuman rebalancing terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI). 

Kondisi ini perlu ditangani karena pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 berhasil menorehkan catatan positif mencapai 5,61 persen. Nilai tersebut menjadi catatan terbaik selama 10 tahun terakhir.

Najib menilai penting mengedepankan persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa dalam kondisi seperti ini. Terlebih ketidakpastian global bisa menjadi ancaman nyata bagi perekonomian.

“Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki pertumbuhan cepat. Ketika ekonomi suatu negara naik, yang diperebutkan bukan cuma pasar domestik, akses bahan mentah, jalur logistik, pengaruh politik, kontrol teknologi dan aliansi regional,” kata Najib, Rabu (13/5).

Dia menyampaikan, Indonesia memiliki posisi strategis di pasar global karena memiliki 3 hal. Yakni populasi besar, sumber daya alam seperti nikel, batubara, sawit,  hingga posisi maritim strategis mulai dari ALKI, Selat Malaka hingga jalur Indo-Pasifik.

“Jadi jika ekonomi tumbuh stabil, Indonesia makin penting dalam peta persaingan antara United States, China, dan kekuatan regional lain,” jelasnya.

Menurutnya, gangguan yang kerap kali melanda Indonesia bersifat non konvensional. “Misalnya tekanan  ekonomi seperti hambatan dagang, kampanye boikot komoditas, manipulasi harga komoditas ekspor hingga relokasi investasi ke negara pesaing,” ungkapnya.

“Indonesia sangat bergantung pada ekspor komoditas. Jika harga energi terguncang, efeknya cepat terasa pada fiskal dan rupiah,” tambah Najib.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore