
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Sekretariat Presiden)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena adanya kelompok masyarakat yang enggan bekerja sama dalam upaya pembangunan bangsa. Menurutnya, kelompok tersebut tetap merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang harus dihormati, meskipun memiliki sikap yang berbeda.
“Ada fenomena yang kita rasakan bersama, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga yang memiliki sikap tidak mau bekerja sama. Kita hormati, kita tidak ada masalah,” kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintahan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).
Dalam menggambarkan situasi tersebut, Prabowo menggunakan analogi pembangunan jembatan di sebuah desa. Ia menjelaskan adanya kondisi ketika sebagian warga memilih tidak ikut bergotong royong, tetapi tetap aktif mengkritik proses pembangunan.
Meski menghormati sikap tersebut, ia mengaku heran terhadap pihak yang tidak terlibat langsung, terutama ketika masyarakat membutuhkan pembangunan.
Baca Juga:Hizbullah Tahan Serangan ke Israel di Tengah Jeda AS-Iran, Tapi Israel Tetap Bombardir Lebanon
“Boleh kritik, boleh. Hanya saya juga tidak mengerti kalau orang mau bangun jembatan, dia duduk saja, tidak mau ikut, tapi mengkritik. Padahal rakyat desa minta dibangunkan jembatan, dan saya bangun untuk rakyat kita,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, pemerintah akan tetap berkomitmen menjalankan pembangunan demi kepentingan rakyat, terlepas dari kritik yang datang, khususnya dari pihak yang tidak berpartisipasi secara langsung. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Lebih lanjut, ia menilai fenomena ini bukan hal baru. Prabowo mengaitkannya dengan sejarah masa penjajahan, ketika terdapat oknum dari bangsa sendiri yang justru mempermudah pihak asing mengeksploitasi kekayaan Indonesia.
“Selalu ada saudara-saudara kita sendiri yang mempermudah bangsa asing menjajah dan merampok kekayaan kita. Jadi ini bukan fenomena baru,” tuturnya.
Ia pun mengingatkan jajarannya agar tidak bereaksi berlebihan dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, sifat seperti iri, dengki, kebencian, dan dendam merupakan bagian dari sisi kemanusiaan yang perlu disikapi dengan bijak.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
