
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menggelar konferensi pers di kantor IMC, Jakarta, Selasa (28/10). (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, melontarkan kritik terhadap kinerja komunikasi pemerintah, khususnya yang dilakukan oleh para menteri dan juru bicara Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai sejumlah kebijakan strategis yang telah dirancang dengan matang belum tersampaikan secara efektif kepada publik.
Menurut Idrus, persoalan utama bukan terletak pada substansi kebijakan. Ia meyakini, arah kebijakan pemerintah telah memiliki fondasi kuat, baik dari sisi ideologi, falsafah bangsa, konstitusi, hingga semangat kebersamaan sebagai bangsa majemuk. Namun, lemahnya komunikasi membuat kebijakan tersebut kerap disalahpahami masyarakat.
“Itu memang sudah terencana dengan berbagai proyeksinya, bukan tiba masa tiba akal,” kata Idrus kepada wartawan, Minggu (29/3).
Ia menegaskan, tanpa penjelasan yang utuh dan sistematis, publik dapat melihat pemerintah seolah berjalan tanpa arah. Seharusnya, para pembantu presiden berperan aktif mendukung dan menjelaskan kebijakan yang diambil, bukan sebaliknya.
Ia menilai, secara objektif pemerintahan Prabowo memulai langkah dengan niat baik yang selaras dengan ideologi dan falsafah bangsa. Komitmen tersebut tercermin dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai “rumah besar bersama” serta mendorong partisipasi seluruh elemen bangsa dalam pembangunan.
Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan pembangunan nasional. Program strategis dari pemerintahan sebelumnya tetap dilanjutkan, termasuk hilirisasi industri yang dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi.
Selain itu, pemerintah telah merumuskan kebijakan mendasar yang bersifat prospektif dan antisipatif, seperti ketahanan energi dan pangan, pengembangan teknologi termasuk kecerdasan buatan atau artificial intellligence (AI), serta pemberdayaan koperasi dan UMKM.
“Secara konsep itu sudah benar. Ini kebijakan mendasar, prospektif, dan antisipatif,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan kebijakan besar membutuhkan narasi yang kuat, terbuka, dan konsisten. Pemerintah harus mampu menjelaskan tindak lanjut kebijakan secara rinci, termasuk berbagai skenario yang mungkin terjadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022