
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah. (Juliana Christy/Jawa Pos)
JawaPos.com – Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia turun menjadi skor 34 pada tahun 2025. Angka tersebut merosot tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di skor 37.
Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menilai penurunan IPK tersebut dapat menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ya, salah satu faktornya pastilah itu, meski bukan satu-satunya faktor,” kata Said Abdullah saat ditemui di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (11/2).
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu mengaku cukup terkejut dengan turunnya skor IPK Indonesia, terutama di tengah gencarnya penegakan hukum yang dilakukan aparat dalam beberapa waktu terakhir.
“Cukup mengagetkan. Di balik gencarnya aparat penegak hukum, justru indeks persepsinya turun. Namun, saya tidak akan mengatakan ini sebagai anomali,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, turut menyampaikan keprihatinannya atas merosotnya IPK Indonesia. Menurutnya, upaya pencegahan korupsi harus dibangun melalui penegakan hukum yang tertib, konsisten, serta ditopang keteladanan aparat penegak hukum.
“Hal yang paling tidak boleh dilanggar adalah aparat penegak hukum itu sendiri, karena mereka oleh undang-undang mendapatkan kedudukan yang istimewa. Kita tahu dalam fenomena politik, penegak hukum sering kali dilibatkan menjadi alat kekuasaan. Ini yang tidak boleh terjadi,” ujar Hasto.
Ia menambahkan, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas demokrasi, transparansi, serta penegakan hukum yang adil.
“Ketika hukum tidak berkeadilan, hal itu menciptakan berbagai risiko yang membuat biaya menjadi mahal. Pemilu menjadi mahal, investasi mahal, distribusi logistik hingga distribusi pangan pun ikut mahal. Ini yang tidak kita inginkan,” jelasnya.
Karena itu, Hasto menilai penurunan IPK harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh, termasuk bagi partai politik. Sebagai langkah konkret, PDIP tengah merancang kurikulum khusus pencegahan korupsi bagi para kadernya.
“Kami sedang merancang kurikulum pencegahan korupsi dengan melibatkan para pakar, termasuk mantan pejabat KPK sebagai narasumber. Partai harus berada di garis depan dalam upaya pencegahan korupsi,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022