
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka.
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto mengklaim berhasil mencegah kebocoran anggaran negara hingga Rp1.000 triliun selama satu tahun masa kepemimpinannya. Lalu, dari mana angka fantastis itu berasal?
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria menjelaskan, pemberantasan korupsi menjadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo sejak dilantik.
Pasalnya, dalam dua dekade terakhir, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangani lebih dari 1.809 kasus korupsi di Indonesia.
"Itu belum termasuk kasus yang ditangani oleh kejaksaan dan kepolisian," ujar Hariqo saat berkunjung ke kantor JawaPos, Senin (21/10).
Menurut Hariqo, praktik korupsi di era reformasi justru semakin meluas. Terjadi baik di pemerintah daerah (pemda) hingga pemerintah pusat (pempus).
"Saya bukan ahli pemberantasan korupsi, cuma ada profesor, ada doktor yang mengatakan kalau di zaman Orde Baru korupsi itu agak terpusat. Tetapi setelah reformasi selama 25 tahun ini, terjadi pemerataan korupsi," katanya.
Hariqo merinci bahwa perhitungan penghematan Rp1.000 triliun berasal dari berbagai langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo.
"Pada hari pertama menjadi Presiden, salah satu yang dilakukan adalah melaksanakan efisiensi anggaran. Penghematan dulu. Jadi anggaran-anggaran yang berpotensi untuk dikorupsi, itu diefisiensi," jelasnya.
Dari kebijakan tersebut, pemerintah diklaim berhasil menghemat sekitar Rp300 triliun, yang kemudian dialokasikan untuk berbagai program masyarakat.
Salah satu langkah besar di era Prabowo adalah pengambilalihan lahan sawit milik negara yang disalahgunakan.
"Lahan negara seluas 5 juta hektare digunakan untuk menanam sawit. Ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak ada yang berani. Untuk pertama kalinya di era pemerintahan Presiden Prabowo, ini langsung ditindak. Dari 5 juta hektare yang dilaporkan, sebanyak 4 juta hektare sudah disita kembali oleh negara," ujar Hariqo.
Prabowo pun disebut tidak pandang bulu dalam penegakan hukum.
"Saya tidak peduli mau ada backing-nya mantan jenderal, mau ada backing-nya mantan polisi, juga saya tidak peduli," kata Hariqo menirukan ucapan Prabowo.
Selain lahan sawit, Presiden Prabowo juga turun langsung menindak praktik tambang ilegal, khususnya di Bangka Belitung, yang jumlahnya diperkirakan mencapai seribu titik dan sudah berlangsung puluhan tahun.
"Presiden datang langsung ke Bangka Belitung, mengawasi bagaimana aparat penegak hukum bekerja. Di situ ada sekitar seribu tambang ilegal, kemudian ada pengembalian smelter. Itu juga ditindak," terang Hariqo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
