Muhammad Rifqinizamy Karsayuda (Partai Nasdem) pimpin Komisi II DPR RI didampingi empat wakil ketua. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menyatakan langkah Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution, yang meminta semua truk melintas wilayah Sumut harus menggunakan pelat BK dinilai sudah diterapkan oleh banyak daerah. Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) tengah berupaya untuk meningkatkan pendapatan daerah.
"Fenomena ini kan sebetulnya ada di banyak tempat. Dikarenakan apa? Daerah sekarang sedang berikhtiar sekuat tenaga untuk meningkatkan penerimaan atau pendapatan daerahnya," kata Rifqinizamy kepada wartawan, Rabu (1/10).
Menurutnya, pendapatan daerah salah satunya dari pajak kendaraan bermotor. Karena itu, tentunya secara administrarif kendaraan yang melintas harus pelat nomor wilayah setempat.
"Dalam konteks pemerintah provinsi itu salah satu sumber pendapatannya adalah pajak dari kendaraan bermotor. Tentu secara administratif kan harus bernomor polisi setempat agar nanti begitu perpanjangan bayar pajak itu di tempat itu," ujarnya.
Legislator Fraksi Partai NasDem itu menilai wajar jika Gubernur Sumut Bobby Nasution menerapkan kebijakan tersebut di wilayahnya.
"Jadi menurut pandangan saya itu hal yang normal sebetulnya. Hal yang wajar bagi sebuah daerah, mungkin perlu dijembatani justru ke depan bagaimana kemudian regulasi yang mengatur ini itu bisa lebih proporsional," ujarnya.
Ia menyebut, kebijakan itu tak hanya dilakukan oleh Bobby Nasution di Provinsi Sumut, tapi juga di Provinsi Riau oleh Gubernur Abdul Wahid yang menerapkan kebijakan serupa.
"Saya juga melihat kemarin Gubernur Wahid di Riau juga melakukan hal yang sama. Beliau meminta kepada beberapa sopir untuk kemudian segera menyampaikan kepada pemilik kendaraan, perusahaan agar segera mengubah pelatnya," tuturnya.
Lebih lanjut, Rifqi meyakini langkah Bobby Nasution hanya fenomena umum yang juga diterapkan di beberapa daerah untuk meningkatkan pendapatan di wilayahnya masing-masing.
"Ini saya kira fenomena umum tetapi mungkin harus disikapi oleh pusat. Nanti kami sampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri agar kemudian jangan terkesan ini membangun konflik di bawah," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
