
Serapan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 8 September 2025 mencapai Rp 13 triliun. (istimewa)
JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan massal yang terjadi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa tersebut telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
"Program ini sejatinya dimaksudkan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, namun kejadian ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap aspek pengolahan, distribusi, dan pengawasan mutu makanan," kata Nurhadi kepada wartawan, Senin (29/9).
Nurhadi mendorong Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk segera fokus pada investigasi penyebab keracunan, serta peningkatan standar higienis dapur MBG.
"Apabila diperlukan, pelaksanaan MBG di dapur-dapur yang belum memenuhi standar dapat dihentikan sementara sampai hasil investigasi keluar," ujarnya.
Legislator asal Dapil Jawa Timur VI itu juga mengusulkan adanya pembatasan porsi produksi per dapur. Ia tetap mendorong kehadiran program MBG untuk meningkatkan gizi siswa, namun keselamatan penerima manfaat harus menjadi prioritas utama.
"Dengan pembenahan tata kelola, pengawasan yang lebih ketat, dan pembatasan porsi per dapur, kami optimistis program MBG dapat berjalan kembali dengan lebih aman dan tepat sasaran," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mempercepat implementasi MBG. Sebab, diduga akar masalah terletak pada manajemen dapur yang belum tertata, mulai dari kompetensi kepala dapur hingga kehadiran ahli gizi.
"Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh dan pembatasan jumlah penerima manfaat per dapur menjadi langkah proporsional untuk mencegah beban berlebih dan menjaga kualitas layanan," tegasnya.
Seperti diketahui, Pemkab Bandung Barat menetapkan status KLB setelah hampir 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.
Kasus ini tersebar di sejumlah kecamatan seperti Lembang, Cisarua, Parongpong, dan Cipongkor. Para siswa mengalami mual, muntah, hingga sesak napas. Saat ini, sampel makanan dan muntahan korban telah dikirim untuk diuji laboratorium.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
