
Pengunjung asyik melihat koleksi satwa Jerapa di Kebun Binatang Surabaya. (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi VII DPR RI meminta Pemkot Surabaya menutup sementara operasional Perumda Kebun Binatang Surabaya atau KBS.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia Chalim, seiring mencuatnya kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan yang menyeret nama eks Direktur Utama KBS, Choirul Anwar (CA).
"Tentu kami prihatin. Nilainya mencapai sekitar Rp 10 miliar lebih, dan yang menjadi korban adalah hewan-hewan di sana. Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi," tuturnya saat agenda reses di Surabaya, baru-baru ini, Selasa (28/7).
Chusnunia menilai Pemkot Surabaya sebagai pengelola perlu mempertimbangkan penghentian sementara operasional KBS, sehingga pembenahan sistem pengelolaan dapat dilakukan secara menyeluruh.
"Kalau secara pribadi saya melihat kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Mungkin lebih baik (KBS) ditutup sementara daripada satwa-satwanya terus menjadi korban,” imbuh perempuan yang akrab disapa Nunik tersebut.
Komisi VII menilai KBS dapat kembali dibuka untuk umum setelah tata kelola manajemen diperbaiki, sehingga pengelolaan berjalan lebih baik dan potensi masalah serupa tidak terulang di masa mendatang.
"Setelah ada pola pengelolaan yang baik dan tidak lagi berpotensi terjadi korupsi, barulah (KBS) bisa dibuka kembali. Yang jelas harus ada evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang," tegasnya.
Menurut Nunik, pengelolaan destinasi wisata berbasis konservasi harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memastikan kesehatan, perawatan, hingga kebutuhan satwa terpenuhi secara baik.
"Kita harus berbicara tentang keberlanjutan, tetapi juga memastikan bahwa jika ada satwa, maka kesehatan dan kebutuhan mereka benar-benar terjamin," pungkas mantan Wakil Gubernur Lampung itu.
Kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan yang menyeret mantan Direktur Utama PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS), Choirul Anwar (CA) tengah menjadi sorotan di masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022