Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya dalam KITT Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di PBB, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
JawaPos.com — Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai, pidato Presiden RI Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) patut dibanggakan. Pidato tersebut dianggap menujukan keberanian Indonesia dalam menyikapi konflik internasional.
“Ternyata di luar dugaan saya. Mantap! Saya bilang mantap. Wah menggelegar ya! Menggelegar pokoknya. Apalagi disandingkan dengan Presiden Trump," kata Hikmahanto, Kamis (25/9).
Meskipun Indonesia berstatus sebagai negara berkembang, namun Prabowo tidak gentar menunjukan taringnya. Indonesia juga digambarkan mematuhi hukum internasional.
“Itulah kalau misalnya negara besar dia ngomong ngelantur kanan kiri sampai lebih dari 15 menit yang dialokasikan mungkin 45 menit ya. Jadi, kalau negara besar itu suka-suka, sementara kita ini negara berkembang, kita patuh pada aturan, patuh pada hukum-hukum internasional. Nah, itu yang disampaikan oleh Presiden Prabowo ya,” jelasnya.
Hikmahanto menilai Prabowo menawarkan pendekatan baru dalam isu Palestina–Israel. Sehingga solusinya logis dan tidak merugikan.
“Beliau tahu bahwa Israel itu sangat ingin punya hubungan diplomatik dengan Indonesia. Maka itu digunakan bargaining chip itu oleh Presiden Prabowo untuk mengatakan, ‘Saya akan akui kamu, tapi akui dulu Palestina.’ Ya, itu nggak pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya,” ucapnya.
“Kalau dikontraskan, maka pertanyaannya misalnya apakah PBB itu perlu atau tidak? Apakah climate change benar atau tidak? Begitu kan. Trump akan bilang itu tidak ada artinya. Sementara Pak Prabowo bilang, ‘Wei, itu ada perannya,’” tambah Hikmahanto.
Lebih jauh, Hikmahanto menyebut Prabowo menunjukan komitmen nyata untuk mendorong perdamaian dunia, bukan sekadar retorika.
“Beliau mengatakan kalau nanti ada dimandatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk membentuk pasukan perdamaian, maka saya 20.000 anak-anak saya laki dan perempuan akan saya kontribusikan, kalau perlu lebih dari 20.000,” tandasnya.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
