
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya dalam KITT Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di PBB, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025).
JawaPos.com - Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Budisatrio Djiwandono menilai, pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80 di New York, Amerika Serikat merupakan langkah bersejarah. Terlebih, Prabowo mendapat kesempatan tampil di urutan ketiga setelah Presiden Brasil Lula da Silva, dan Presiden Amerika Donald Trump.
Langkah diplomasi Prabowo ini dianggap perlu diapresiasi. Karena, pemimpin Indonesia sudah absen hadir langsung di pidato PBB selama 10 tahun terakhir.
“Ini merupakan refleksi dari semakin pentingnya suara, peran dan pengaruh Indonesia di kancah global, terutama di tengah berbagai ketidakpastian dan konflik yang sedang melanda dunia,” kata Budisatrio, Kamis (25/9).
Wakil Ketua Komisi I DPR RI mengatakan, Prabowo dalam pidatonya ingin menegaskan posisi Indonesia dalam memperkuat PBB. Indonesia juga komitmen menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“Kesiapan tersebut tercermin dari komitmen konkret yang ditawarkan oleh Presiden Prabowo untuk mengirimkan 20.000 atau lebih, pasukan perdamaian ke seluruh penjuru dunia, jika diminta dan dibutuhkan oleh PBB. Selain itu, Presiden juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi finansial bagi misi-misi perdamaian PBB,” imbuhnya.
Ia menambahkan, diplomasi Indonesia harus diarahkan untuk memperkuat kerangka multilateralisme yang dilandaskan prinsip saling menghormati, serta sejalan dengan semangat yang dirumuskan oleh Piagam PBB untuk menciptakan perdamaian, menghormati kedaulatan, dan mengakhiri segala bentuk kekerasan.
“Hari ini kita dihadapkan pada realita di mana banyak saudara-saudara kita sesama umat manusia yang masih tertindas, serta tidak mendapatkan akses atas hak-hak kemanusiaan yang mendasar. Seperti kekejaman yang masih sampai hari ini dirasakan oleh rakyat Palestina yang harus segera diakhiri," jelasnya.
Budi menyampaikan, pemerintah Indonesia mendukung solusi dua negara untuk menciptakan perdamaian di Palestina. Dia menekankan komitmennya untuk mendukung langkah diplomasi Presiden Prabowo di Parlemen, serta siap mengawal agar agenda diplomasi sejalan dengan amanat undang-undang dan kepentingan nasional.
“Kami di DPR RI, khususnya Fraksi Gerindra di Komisi I, siap memastikan bahwa setiap kebijakan luar negeri yang ditempuh Presiden mendapatkan dukungan politik dan kebijakan yang solid. Diplomasi Indonesia adalah bagian dari strategi besar untuk memperjuangkan kepentingan nasional, membawa manfaat bagi rakyat Indonesia, dan berkontribusi nyata bagi perdamaian dunia,” tutup Budisatrio.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
