
Anggota Komisi I DPR Sukamta. Humas Fraksi PKS/Antara
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyambut positif arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan modernisasi pertahanan berbasis teknologi, termasuk penguatan sistem pertahanan siber. Menurutnya, langkah tersebut sangat relevan dengan tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis.
Sukamta menilai, kebijakan itu selaras dengan kebutuhan strategis nasional, khususnya dalam merespons dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Ia menyinggung situasi konflik di Laut Cina Selatan serta rivalitas Amerika Serikat–Tiongkok yang kian intens sebagai tantangan nyata yang harus diantisipasi.
"Indonesia harus segera memperkuat daya tangkal nasional melalui pertahanan siber yang terintegrasi dengan sistem pertahanan modern. Tantangan di era multipolar bukan hanya serangan konvensional, tetapi juga ancaman di ruang cyber yang dapat melemahkan kedaulatan bangsa," kata Sukamta kepada wartawan, Kamis (20/8).
Mengingat, dalam pidato kenegaraan HUT ke-80 RI di sidang tahunan MPR, Presiden Prabowo Subianto memaparkan rencana strategis pertahanan yang meliputi modernisasi alutsista, penguatan komponen cadangan, pemberdayaan industri strategis nasional, serta peningkatan kesejahteraan prajurit TNI.
Terlebih, anggaran Kementerian Pertahanan menempati posisi kedua terbesar dengan alokasi Rp 185 triliun. Sukamta menilai, langkah tersebut tepat dalam konteks penguatan pertahanan negara.
"Langkah strategis, pemerintah segera menyusun Grand Design Pertahanan 2045 yang mencakup empat dimensi utama di antaranya pangan, energi, cyber, dan maritim," tuturnya.
Legislator Fraksi PKS itu juga mendorong pengembangan industri pertahanan nasional dengan memperluas kemitraan internasional.
"Pengembangan industri pertahanan nasional harus diperluas melalui kemitraan dengan negara-negara strategis seperti Korea Selatan, Turki, dan sejumlah negara Eropa," ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Sukamta mengusulkan pembentukan Cyber Command TNI serta Komando Pertahanan Pangan Nasional. Ia menilai kedua institusi baru ini akan memperkuat ketahanan negara di sektor-sektor strategis.
"Pondasi pertahanan yang kuat dan adaptif terhadap dinamika global, Indonesia tidak hanya mampu menjaga kedaulatan, tetapi juga berperan aktif sebagai penyeimbang dalam percaturan geopolitik Indo-Pasifik," pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
