Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Agustus 2025 | 17.31 WIB

Ketua MPR: Program MBG Tak Sekadar Memberi Makan, Tapi Investasi Masa Depan Bangsa hingga Penggerak Ekonomi Lokal

Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan Pidato Pengantar dalam Sidang Tahunan MPR RI 2025, Jumat (15/8). (istimewa) - Image

Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan Pidato Pengantar dalam Sidang Tahunan MPR RI 2025, Jumat (15/8). (istimewa)

JawaPos.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani menyampaikan apresiasinya terhadap capaian Pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto atas sejumlah program prioritas yang mulai dirasakan manfaatnya. Salah satunya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Muzani menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya sekedar kegiatan memberi makan kepada masyarakat. Tetapi sebuah investasi masa depan hingga penggerak ekonomi lokal.

"Makan bergizi gratis, program ini bukan sekedar memberi makan tetapi sebuah investasi besar bagi masa depan bangsa," kata Ahmad Muzani dalam pidato Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8).

Lebih lanjut, dia membeberkan gizi buruk, stunting adalah masalah serius bagi pemerintahan Indonesia. Dan, melalui program MBG, pemerintah telah memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pada makanan bergizi sehingga mereka bisa tumbuh sehat, kuat dan cerdas.

Tak hanya itu, Muzani juga menilai bahwa kehadiran Program MBG tak hanya bermanfaat bagi masyarakat secara langsung. Tetapi juga berdampak terhadap perekonomian lokal.

"Lebih daripada itu program ini telah menjadi penggerak ekonomi lokal dan instrumen pemerataan ekonomi," pungkasnya.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan penerima program MBG akan terus meningkat secara signifikan. Mulai hari ini, Jumat (15/8), pihaknya menargetkan bisa melayani masyarakat mencapai 20 juta penerima. Adapun pada akhir tahun 2025, jumlahnya ditargetkan bisa mencapai 82,9 juta orang penerima manfaat.

Adapun per tanggal 14 Agustus 2025, pihaknya mencatata bahwa sebanyak 5.235 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasioanl di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan. 

Program ini mencakup pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, hingga siswa dari PAUD sampai SMA. Pihaknya pun menyebut, keberadaan program MBG telah menggerakan perekonomian lokal.

Pasalnya, satu SPPG rata-rata membutuhkan 200 kilogram beras, 3.000 butir telur, 350 ekor ayam, 300 kilogram sayur, 350 kilogram buah, dan 450 liter susu setiap hari. Semua pasokan diambil dari UMKM setempat.

BGN mencatat, total investasi masyarakat untuk pembangunan SPPG yang sudah beroperasi mencapai sekitar Rp 10 triliun, belum termasuk 17.000 unit yang masih dalam tahap verifikasi. Jika seluruh target 30.000 SPPG tercapai, perputaran dana diperkirakan mencapai Rp 40 triliun, di luar anggaran pemerintah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore