
Terdakwa kasus dugaan perintangan penyidik kasus korupsi Harun Masiku dan pemberian suap, Hasto Kristiyanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Peneliti politik, Denny JA menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan abolisi kepada Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto menunjukan kearifan dalam berpolitik. Sebagai pimpinan tertinggi negara, Prabowo harus bisa merangkul seluruh pihak.
“Abolisi pun berlaku proses hukum terhadap Tom dihentikan sepenuhnya, bahkan ketika vonisnya masih dalam tahap banding,” ujar Denny, Jumat (1/8).
Denny mengatakan, abolisi dan amnesti merupakan dua hal berbeda. Namun, pada hakikatnya memiliki makna serupa untuk membebaskan seseorang.
“Titik ketika negara memilih menyembuhkan, bukan melukai kembali,” imbuhnya.
Denny mengatakan, tak lama usai abolisi dan amnesti diumumkan, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga memerintahkan seluruh jajaran partai mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.
“Bagi sebagian orang, ini kejutan. Bagi sejarah, ini adalah momen penting. Seolah bangsa ini, yang selama ini penuh luka dan prasangka, perlahan belajar,” tambahnya.
Denny juga menegaskan, pengampunan semacam ini bukan hal baru dalam sejarah dunia. Ia menyinggung Truth and Reconciliation Commission di Afrika Selatan, amnesti Gerald Ford kepada penolak wajib militer di Amerika Serikat, hingga amnesti bagi eks kombatan GAM di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Setiap kali pengampunan diberikan, sejarah bertanya: adakah kebijaksanaan di baliknya, atau hanya kalkulasi kekuasaan? Jawabannya lahir dari ruang batin bangsa yang bersedia memeluk luka,” jelasnya.
Ia menilai langkah Prabowo ini bukanlah kelemahan hukum. Sebaliknya, menjadi puncak kekuatan hukum yang hidup, sehingga tidak hanya menegakan keadilan retributif, tetapi juga merawat keadilan restoratif.
“Prabowo memilih menyalakan nyala kecil di tengah kabut nyala rekonsiliasi. Ia tahu, pembangunan hanya tumbuh di tanah damai. Dan damai hanya tumbuh jika luka masa lalu tak terus diwariskan sebagai racun," pungkasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
