Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 02.38 WIB

Lisa Eks Pemain OCI Curhat Sembari Nangis di DPR: Setiap Ada Masalah Kita Dipukul, Ditendang, hingga Disambit Pake Sendal Pak Jansen

Mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI), Lisa menceritakan kisah pilunya sambil menangis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4).(ist)

JawaPos.com - Mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI), Lisa tidak kuasa menahan tangis saat menceritakan kisah pilunya di hadapan para Anggota Komisi XIII DPR RI. Ia mengaku, dirinya diambil dari keluarga oleh Jansen Manansang dan instrinya, selaku pendiri Oriental Circus Indonesia (OCI).

"Sekitar tahun 76, saya diambil dari keluarga saya oleh Pak Jansen dan istri, saya nggak ngerti waktu itu ada negosiasi seperti apa, saya dibawa naik mobil sama Pak Jansen, saya di bawa di Balikpapan saat itu, di Jalan Balikpapan, daerah Petojo," kata Lisa saat membagikan kisah pilunya sambil menangis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4).

Lisa mengungkapkan, dirinya di bawa ke tempat permainan sirkus. Ia menyatakan dirinya yang saat itu masih anak-anak sangat takut dengan kondisi tersebut. Pasalnya, para pemain sirkus itu mayoritas anak-anak.

"Saya di bawa ke sirkus, saya disuru nonton, saya takut, lihat anak kecil kok banyak sekali, saya takut, saya minta pulang saat itu, saya nangis, tapi nggak dikasih. Saya nangis, saya cari mamah saya, sampai akhirnya saya cape pada saat itu," ungkap Lisa.

"Saya tertidur, bangun jam 6 dan lihat banyak kakak-kakak dan seumuran. Mereka berlatih dan saya pun dilatih saat itu dengan kekerasan, saya nangis, saya minta pulang, saya selalu mencari mamah," sambungnya.

Sampai berjalannya waktu, Lisa mengaku lelah menanyakan untuk bisa bertemu orang tuanya. Ia pun berlatih bersama rekan-rekannya di Oriental Circus Indonesia (OCI). Namun, setiap ada masalah, dirinya bersama teman-teman selalu disiksa.

"Setiap ada masalah kita dipukul, ditabok, ditendang, ditonjok, disambit pake sendal pak Jansen, sendal kayu, pake bakiak," cetus Lisa.

Lisa bercerita, saat usianya menginjak 12 tahun, sempat menanyakan untuk bisa dipertemukan dengan orang tuanya. Namun, hal itu pun tidak terealisasi.

"Setelah usia saya 12 tahun, saya juga minta kepada Pak Toni untuk dipertemukan dengan keluarga saya. Tapi Toni bilang, nanti suatu saat kalau sudah waktunya akan dipertemukan," ujar Lisa.

"Setelah 15 tahun, saya juga minta lagi dengan Ibu Jansen, kita manggil dia Sao Sao. Sao saya kepengen ketemu orang tua saya, dimana orang tua saya," ungkap Lisa menirukan pembicaraannya saat itu.

Lisa tidak kuasa menahan tangis saat menceritakan bahwa dirinya dijual untuk bermain sirkus. Hal itu diketahui saat dirinya menanyakan kepada istri Jansen.

"Sao terus bilang, kamu itu dijual. Kamu itu anak yang dijual, saya sedih pada saat itu," urai Lisa sambil menangis.

Kisah pilu lainnya, lanjut Lisa, saat dirinya hendak meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) karena usianya sudah menginjak 17 tahun. Namun, upaya permintaan kartu identitas itu juga tidak membuahkan hasil yang manis.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore