Sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) mengikuti rapat dengar pendapat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Atnike Nova Sigoro menyesalkan, kasus penganiayaan yang menimpa mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) tidak kunjung mendapat penyelesaian. Sebab, kasus yang menimpa para mantan pemain sirkus itu telah terjadi sejak 1997 atau 28 tahun silam.
"Perjalanan kasus ini kemudian terus berjalan sampai pada tahun 2002, ibu bapak yang merupakan mantan pemain sirkus OCI ini mengadukan kepada Komnas HAM. Karena rekomendasi-rekomendasi yang diberikan oleh Komnas HAM pada tahun 1997 tidak juga dijalankan," kata Atnike saat melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/4).
Atnike menjelaskan, terdapat sejumlah pelanggaran HAM yang diduga dilakukan oleh Oriental Circus Indonesia (OCI). Berdasarkan temuan Komnas HAM, pelanggaran HAM itu salah satunya menyasar anak-anak.
"Yang pertama adalah pelanggaran terhadap hak anak untuk mengetahui asal usul identitas dan hubungan kekeluargaan, baik dengan keluarga maupun dengan orang tuanya. Karena seluruh pengadu ketika diambil oleh oriental sirkus masih berada dalam usia anak atau di bawah umur," ungkap Atnike.
Pelanggaran yang kedua, lanjut Atnike, terhadap hak anak untuk bebas dari eksploitasi yang bersifat ekonomis. Lalu ketiga, pelanggaran hak anak untuk memperoleh pendidikan umum yang layak, untuk dapat menjamin masa depannya.
Keempat, pelanggaran terhadap hak anak untuk mendapatkan perlindungan keamanan dan jaminan sosial yang layak, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Itu adalah temuan pelanggaran ham pada tahun 1997," tegas Atnike.
Atnike mengakui, pihaknya pun telah mengeluarkan rekomendasi setelah mendapatkan temuan adanya dugaan pelanggaran HAM terhadap Oriental Circus Indonesia. Rekomendasi-rekomendasi untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM.
Namun, ia menyayangkan Oriental Circus Indonesia (OCI) tidak menindaklanjuti maupun mengindahkan rekomendasi-rekomendasi Komnas HAM. Ia pun menegaskan, Komnas HAM telah berupaya membangun komunikasi dengan pimpinan OCI agar tidak lagi terjadi eksploitasi anak.
"Komnas HAM berusaha keras untuk menjernihkan asal usul anak-anak pemain sirkus yang belum jelas asal-usulnya, baik melalui publikasi maupun langkah lain yang diperlukan," pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
