Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Februari 2024 | 04.45 WIB

Cucu Bung Karno Kritik Pernyataan Guntur Soekarnoputra Soal Jokowi

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto santap siang bersama di kios Bakso dan Mie Ayam Pak Sholeh Bandongan, Kabupaten Magelang, Senin (29/1). - Image

Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto santap siang bersama di kios Bakso dan Mie Ayam Pak Sholeh Bandongan, Kabupaten Magelang, Senin (29/1).

JawaPos.com - Cucu presiden pertama Indonesia, Bung Karno, Mahardhika Soekarno menyesalkan ucapan pamannya, Guntur Soekarnoputra, yang menyatakan nasib Presiden Jokowi terserah mau diapain jika Ganjar - Mahfud terpilih dalam Pilpres 2024.

Pernyataan Guntur tersebut disampaikan dalam acara Rock and Roll Days di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo, Senin (29/1). Saat itu, putra sulung Soekarno ini mengatakan, adalah kebutuhan sejarah kalau NKRI mau langgeng maka harus memenangkan Ganjar dalam Pilpres. 

Selain itu, dia juga disampaikan bahwa kalau Ganjar-Mahfud sudah jadi Presiden dan Wakil Presiden, punya hak prerogatif dalam menentukan nasib Jokowi

Mahardhika, yang merupakan putra Rachmawati Soekarnoputri, sangat menyesalkan dan menyayangkan pernyataan Guntur, yang merupakan pamannya. “Sepertinya Pakde Guntur harus lebih banyak belajar lagi dari pemikiran Kakek saya, Bung Karno," ucapnya, Kamis (1/2).

Menurut Mahardhika, pernyataan Guntur bahwa memilih Ganjar dalam Pilpres sebagai kebutuhan sejarah, tidak berdasar. Sebab, kontestasi Pilpres adalah mekanisme demokrasi dalam rangka memilih pemimpin terbaik untuk bangsa ini.

“Siapa pun yang terpilih menjadi Presiden, maka Indonesia harus tetap utuh dan eksis,” ucapnya.

Terkait dengan kontestasi Pilpres, lanjut dia, ada teladan yang diberikan Prabowo, yaitu selalu mendukung siapa pun yang menjadi pemenang. “Sikap kenegarawanan seperti ini yang seharusnya dijadikan teladan oleh kita semua,” imbuhnya. 

Terkait ucapan mengenai nasib Jokowi, Mahardhika menyatakan, pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh tokoh senior sekelas Guntur. Sebab, bagaimanapun Jokowi adalah Presiden terpilih yang mendapat mandat dari rakyat dan tentu semua harus menghormati dan menghargai hal tersebut.

"Tidak boleh dan tidak etis menekan dan menggertak Presiden seperti itu," ucapnya.

Mahardhika menambahkan, fatsun politik yang diajarkan Bung Karno tidak seperti itu. 

“Bung Karno sangat menghormati dan menghargai semua tokoh politik bangsa yang berjuang lewat jalan demokrasi. Bahkan Bung Karno bisa sangat akrab secara pribadi dengan tokoh politik yang berseberangan garis politiknya dengan beliau. Bahkan beliau bisa akrab dengan lawan politiknya,” ucapnya.

Sikap Bung Karno tersebut, kata Mahardhika, hendaknya bisa dijadikan teladan oleh tokoh-tokoh politik Tanah Air saat ini.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore