
TOKOH PEREMPUAN: Yenny Wahid, putri Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
JawaPos.com - Yenny Wahid alias putri Gus Dur akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan warganet usai digadang-gadang akan mendampingi Anies Baswedan dalam pilpres 2024 mendatang.
Yenny Wahid mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Anies Baswedan, bacapres yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Pernyataan tersebut disampaikan Yenny setelah menghadiri acara penerimaan delegasi presiden Global Council for Tolerance & Peace (GCTP) dan penandatanganan MoU (nota kesepahaman) di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin (8/8).
”Kalau cita-citanya bekerja sebagai pejabat publik, ya harus siap,” tutur Yenny.
Yenny membeberkan dirinya punya kedekatan khusus dengan Anies Baswedan. Saat Anies menjadi rektor Universitas Paramadina, Yenny diminta menjadi dosen di kampus tersebut. Ketika itu dia baru menyelesaikan studi master di Amerika Serikat.
”Pak Anies rektor, saya salah satu dosennya,” ucap dia.
Berikut profil Yenny Wahid, putri Gus Dur yang digadang-gadang akan jadi bacawapres Anies Baswedan dikutip Wikipedia pada Kamis, (10/8).
Perempuan dengan nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh itu kerap disapa Yenny Wahid. Dia merupakan seorang politikus Indonesia dan aktivis Nahdlatul Ulama (NU).
Perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur pada 29 Oktober 1974 ini merupakan salah satu putri pasangan mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Sinta Nuriyah.
Terdiri dari empat bersaudara, Yenny Wahid mempunyai kakak bernama Alissa Wahid, kemudian dua adik bernama Anita Wahid dan juga Inayah Wahid.
Adik dari Alissa Wahid itu menikah dengan pria bernama Dhohir Farisi pada 15 Oktober 2009. Dari pernikahannya, keduanya dikaruniai tiga anak yaitu Malica Aurora Madhura, Amira, dan Raisa Isabella Hasna.
Selepas mendapat gelar sarjana desain dan komunikasi visual dari Universitas Trisakti, Yenny menjalani profesi menjadi seorang jurnalis dan pernah ditugaskan ke Timor Timur sampai dengan Australia.
Selama menjadi Jurnalis, ia menjadi koresponden koran terbitan Australia, The Sydney Herald dan The Age (Melbourne) antara tahun 1997 dan 1999.
Belum terlalu lama menekuni pekerjaannya, ia berhenti bekerja karena ayahnya, Gus Dur, terpilih menjadi presiden RI ke-4. Sejak itu, kemanapun Gus Dur pergi, Yenny selalu berusaha mendampingi ayahnya, dengan posisi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik.
Setelah Gus Dur tidak lagi menjabat sebagai presiden, Yenny melanjutkan pendidikanya dan memperoleh gelar Magister Administrasi Publik dari Universitas Harvard dibawah beasiswa Mason.
Karirnya dalam dunia politik sudah mempunyai banyak jam terbang, Yenny Wahid pernah menjabat sebagai staf khusus bidang Komunikasi Politik di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
