
Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bidang Politik dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani (kanan) bersama Ketua Umum Partai Golongan Karya AIrlangga Hartarto (kiri) berbincang saat jalan santai di Monas, Jakarta, Sabtu (8/10/2022). Kegiatan jalan santai t
JawaPos.com - Pengamat politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Anis Kurniawan menilai, terdapat peluang besar bagi Partai Golkar dan PDI Perjuangan untuk berkoalisi di Pilpres 2024. Menurutnya, baik Golkar dan PDIP bisa menjadi poros baru jika keduanya berkoalisi.
“Saya kira cukup terbuka dan tentu layak diperhitungkan bila terwujud (koalisi Golkar-PDIP),” kata Anis kepada wartawan, Selasa (28/2).
Anis menilai, kedua partai bisa mengajukan kader mereka untuk berduet di Pilpres 2024 sebagai perwujudan koalisi Golkar-PDIP. Terlebih, Golkar sudah menyepakati untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dari partai berlambang pohon beringin.
Sementara, di pihak PDIP, nama Puan Maharani sempat diwacanakan diusung partai berlambang banteng moncong putih. Bahkan, Puan sudah mendapat mandat dari Ketua Umum PDIP untuk melakukan safari politik, bertemu dengan pimpinan parpol lain.
Pertemuan Puan dan Airlangga juga sudah terjadi di kawasan Monumen Nasional (Monas) beberapa waktu lalu.
Anis menilai, jika koalisi Golkar-PDIP ini diwujudkan, disinyalir duet Airlangga-Puan atau sebaliknya. Keduanya pun memiliki basis pemilih yang besar.
“Pertama, tentu karena mesin partai dengan basis pemilih yang besar dan mengakar. Kedua, tentu karena pengalaman kontestasi kedua parpol ini terbilang sangat mumpuni dan berpengalaman,” ujar Anis.
Pengamat politik dari Sulawesi Selatan ini mengakui, elektabilitas figur masing-maing parpol belum terkerek, namun baik Golkar maupun PDIP masih memiliki waktu untuk bisa mendongkrak elektabilitas keduanya.
“Golkar-PDIP mestinya segera mengambil sikap politik mengingat pilpres sisa menghitung bulan,” ucap Anis.
Ia menyarankan ada sejumlah strategi untuk bisa menaikkan elektabilitas Airlangga dan Puan. Kedua partai besar itu segera merealisasikan koalisi untuk memperkuat narasi politik, jika koalisi sudah terbangun.
"Ketiga, memperkuat barisan pemilih muda dan pemilih perempuan di Pemilu 2024,” tegas Anis.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto sempat mengungkapkan, pertemuannya dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dalam rangka menghadapi Pemilu 2024. Namun, pertemuan yang berlangsung di Monas beberapa waktu lalu hanya sebatas safari politik yang dilakukan Puan.
Menurut Airlangga membutuhkam kegiatan bersama antar partai politik dalam mengahdapi Pemilu 2024. Karena itu, dirinya bersepakat membentuk KIB bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Membutuhkan kegiatan bersama, dimana kegiatan bersama itu nanti akan kelihatan kerja sama yang baik antar partai politik," pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
