Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Oktober 2022 | 17.15 WIB

Kecuali Mas Gibran Nggak 60 Persen, Itu Berarti Saya Mbalelo

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo memberikan keterangan soal empat tenaga medis yang positif Covid-19 dari hasil swab pada Selasa (2/6). Bambang Dwi Marwoto/Antara - Image

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo memberikan keterangan soal empat tenaga medis yang positif Covid-19 dari hasil swab pada Selasa (2/6). Bambang Dwi Marwoto/Antara

JawaPos.com - Bukan sekali ini saja F.X. Hadi Rudyatmo vis-a-vis dengan DPP PDIP. Saat pemilihan wali kota Solo dua tahun lalu, pria yang akrab disapa Rudy itu juga mendukung calon yang berbeda dengan yang akhirnya direkomendasikan Jakarta.

Kala itu, DPC PDIP Surakarta yang dikomandani Rudy mengusulkan duet Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. Namun, pada akhirnya rekomendasi yang keluar dari DPP adalah Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa. Gibran merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Semasa Jokowi menjabat wali kota Solo, Rudy adalah wakilnya.

Rudy kemudian menggantikan posisi Jokowi sebagai wali kota setelah yang bersangkutan maju dalam pemilihan gubernur Jakarta pada 2012. Jokowi memenangi kontestasi itu dan dua tahun kemudian kembali jadi pemenang dalam pemilihan presiden.

Meski awalnya berseberangan, Rudy menegaskan selalu mematuhi instruksi DPP. "Saya all-out, tegak lurus untuk pemenangan. Kecuali saya mbalelo, rekomendasi Mas Gibran sama Pak Teguh, saya tidak menjalankan perintahnya," katanya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Buktinya, lanjut pria yang dua periode memimpin Solo itu, perolehan suara Gibran-Teguh tinggi. Keduanya meraih 86,5 persen suara. Di sisi lain, pasangan lawan, Bagyo Wahyono-FX Supardjo, hanya meraup 13,5 persen.

"Saya jalankan toh (instruksi DPP), perolehan suaranya (Gibran-Teguh) tinggi. Kecuali perolehan (suara) Mas Gibran kemarin di bawah 60 persen, berarti Rudy tidak mengindahkan perintah ketua umum," ucap pria yang masih menjabat ketua DPC PDIP Solo tersebut.

Karena itu, Rudy mengaku santai saja memenuhi panggilan DPP kemarin (26/10). Dia hadir untuk dimintai klarifikasi terkait dukungannya kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang ingin menjadi calon presiden. ’’Persiapannya hanya (pakai) baju merah lambang PDIP sama celana hitam. Kui tok wae (Itu saja cukup),’’ ujar Rudy.

Rudy mengibaratkan dirinya pion catur yang memiliki sifat idealis dan tidak neko-neko. ’’Saya punya prinsip yang benar, fundamental. Saya kan maunya untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan Ganjar. Juga, bukan untuk pribadi saya sendiri,’’ tuturnya.

Rudy menambahkan, dukungan agar Ganjar maju sebagai capres tidak datang dari dia saja, namun banyak orang dan komunitas yang menyampaikan dukungan serupa lewat dirinya. Harapannya, bisa diteruskan ke DPP PDIP. Bahkan, komunitas dari luar Jawa jauh-jauh datang ke rumahnya untuk menyampaikan dukungan yang sama.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore