
PEMILU 2019: Enam komisioner KPU Papua jadi tersangka karena diduga mengalihkan perolehan suara caleg. - Dery Ridwansah/JawaPos.com
JawaPos.com - Klaim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bahwa mayoritas masyarakat mendukung penundaan pemilu dipertanyakan beberapa kalangan. Bahkan, mereka membantah klaim yang disebut berdasar big data itu.
Politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengatakan, partainya menerapkan manajemen demokrasi terpimpin. Jadi, klaim di luar arahan resmi partai tidak perlu dimaknai secara serius.
Menurut dia, sikap partainya sudah jelas, yaitu menolak penundaan pemilu. ”Sikap partai kami sudah disampaikan Sekjen,” tegasnya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, partainya tunduk pada konstitusi yang mengatur pemilu digelar setiap lima tahun. Artinya, pemilu ke depan harus tetap dilaksanakan pada 2024. Terkait pertemuan Megawati Soekarnoputri (ketua umum PDIP) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bogor pada 10 Maret lalu, Hasto menegaskan bahwa pertemuan itu tidak membahas pemilu. Menurut dia, Jokowi dan Megawati memiliki napas yang sama, yaitu taat pada konstitusi.
Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief mempertanyakan data yang disampaikan Luhut. Menurut dia, hasil survei internal Partai Demokrat menunjukkan bahwa para pemilih Demokrat menghendaki Pemilu 2024. ”Jadi, kami mempertanyakan survei versi Pak Luhut,” ucap dia.
Jika benar ada survei yang menyebut masyarakat mendukung penundaan pemilu, tegas Andi, hal itu tetap tidak boleh diikuti. Pemerintah harus mengedukasi masyarakat dan mengingatkan tentang sejarah politik Indonesia.
Andi juga mengungkapkan bahwa pada 2013 kepuasan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sekitar 74 persen. Kemudian, ketika SBY meninggalkan istana, kepuasan masyarakat mencapai 72 persen. Jadi, saat itu SBY dianggap berhasil dan mendapat apresiasi dari masyarakat. Menurut survei internal saat itu, ada keinginan rakyat untuk memperpanjang masa jabatan SBY. Namun, hasil riset tersebut tidak dipublikasikan dan tidak dikapitalisasi untuk modal SBY mencalonkan tiga periode. ”Kami cegah, bahkan kami tutup semua diskusi terhadap isu mengancam demokrasi yang ingin memperpanjang jabatan SBY,” tandasnya.
Ardian Sopa, peneliti LSI Denny JA, juga mempertanyakan data yang disampaikan Luhut. Menurut dia, Luhut perlu menyampaikan sumber data dan metodologi pengambilan data tersebut. ”Data itu dari mana dan metodologinya seperti apa? Itu harus jelas,” urainya. Menurut Ardian, Luhut harus berbicara dengan data agar semua pihak bisa mempelajarinya.
Hasil survei LSI Denny JA yang dirilis pada 10 Maret lalu menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menolak penundaan pemilu. Mereka yang menolak sebesar 68,5 persen.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
